Dinkes: Kondisi Siswa-Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG Sudah Membaik

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkapkan siswa dan guru SMKN 6 Semarang yang diduga keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah membaik. Hingga hari ini, Sabtu (1/8), mayoritas pasien sudah dinyatakan pulih dan tak ada penambahan kasus baru.

Adapun para korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menyebut seluruh pasien di Puskesmas Halmahera sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan.

"Siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Halmahera seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan. Pasien yang masih berada di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu juga terus mengalami perbaikan kondisi secara signifikan," ujar Hakam dalam keterangannya.

Ia menegaskan, dari hasil pemantauan juga tidak ditemukan adanya pasien baru.

Dari sisi pembiayaan, pelayanan kesehatan bagi seluruh korban yang dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit memanfaatkan jaminan BPJS Kesehatan.

"Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku," ujar Hakam.

Dinkes Kota Semarang tetap akan melakukan pengawasan. Tim Gerak Cepat (TGC) akan terus disiagakan untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa hingga seluruh pasien rawat inap dinyatakan sembuh total dan dapat beraktivitas kembali.

"Tim TGC tetap siaga di lapangan sampai seluruh kasus terkonfirmasi sehat. Setelah seluruh rangkaian pemantauan selesai dan dinyatakan tuntas, kami segera mengirimkan laporan pembaruan akhir kepada Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG," pungkas Hakam.

Kepala BGN Bakal Suspend SPPG Bermasalah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turun langsung menjenguk para korban. Ia menegaskan, tim investigasi saat ini tengah mendalami penyebab insiden tersebut. Investigasi dilakukan untuk memastikan sumber permasalahan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan, BGN tidak akan mentoleransi adanya kelalaian dalam pelaksanaan MBG. Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN akan mengambil tindakan tegas.

"Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG yang dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7). Ratusan orang itu terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Devano Blak-blakan soal Nama Besar Iis Dahlia: Dulu Jadi Beban, Kini Malah Bersyukur
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KM Sentosa 2 yang Terbakar di Perairan Sumenep Bawa 250 Orang
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
FBR Desak Penerbitan Pergub Lembaga Adat-Kebudayaan Betawi, Pramono: Segera Kami Selesaikan
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Pendapatan Chevron Capai USD70 Miliar di Kuartal II-2026 Seiring Lonjakan Harga Minyak
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Pesawat Wisata Jatuh dalam Penerbangan ke Nazca Lines Peru, 13 Orang Tewas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.