TABLOIDBINTANG.COM - Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia meluncurkan Lomba Karya Tulis Nasional bertajuk "MBG Disekolahku" sebagai upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mengajak siswa merefleksikan pengalaman mereka mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kompetisi ini menyasar siswa SD kelas 4-6 dan SMP kelas 7-9 dari seluruh Indonesia.
Lomba yang mengusung tagline "Menuju Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter" itu hadir sebagai respons terhadap menurunnya minat baca dan menulis di kalangan pelajar. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu membiasakan kembali siswa untuk menulis tangan yang mulai ditinggalkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, skor literasi siswa Indonesia berada di angka 371 atau masih di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 487. Di sisi lain, tingginya penggunaan gawai juga dinilai berdampak pada keterampilan motorik anak. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini pada 2025 menyebutkan sebanyak 65 persen anak mengalami penurunan kemampuan motorik halus akibat minimnya aktivitas yang melibatkan gerakan tangan.
Ketua Umum Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia, Risbar Berlian Bachri, mengatakan lomba tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman sekaligus pandangan mereka terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah.
"Melalui Lomba Karya Tulis Nasional MBG Disekolahku, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran, kreativitas, serta kepedulian siswa terhadap pentingnya Makan Bergizi Gratis untuk masa depan bangsa yang lebih sehat dan berkarakter," ujar Risbar.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendorong budaya menulis tangan kembali tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana menghimpun masukan langsung dari para siswa untuk penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis pada masa mendatang.
Dalam kompetisi ini, peserta dapat memilih satu dari enam subtema, yakni pengalaman mengikuti Program Makan Bergizi Gratis di sekolah, menu favorit, manfaat program bagi diri sendiri, hal-hal yang perlu diperbaiki, cara mengurangi sisa makanan di sekolah, serta harapan terhadap keberlanjutan program tersebut.
Untuk kategori SD, karya ditulis sepanjang 1 hingga 3 halaman. Sementara peserta SMP diminta membuat tulisan sepanjang 3 hingga 5 halaman menggunakan format Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,5. Seluruh peserta wajib didampingi seorang guru pembimbing dari sekolah masing-masing.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu kesesuaian tema sebesar 25 persen, isi dan gagasan 25 persen, kreativitas 20 persen, kerapian tulisan 15 persen, serta orisinalitas 15 persen.
Selain lomba karya tulis, penyelenggara juga menyiapkan rangkaian kegiatan lain berupa penerbitan buku kumpulan karya terbaik, webinar bertema gizi, hingga expo. Para pemenang akan memperoleh piala, piagam, serta uang pembinaan untuk Juara 1, 2, dan 3 di masing-masing kategori. Tersedia pula penghargaan khusus Best Essay, Best School, dan Best Teacher.
Rencananya, dewan juri akan melibatkan unsur Badan Gizi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, akademisi, praktisi pendidikan, serta praktisi Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Badan Gizi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rumpun Karya Indonesia Hebat, serta sejumlah yayasan, lembaga, sekolah, dan komunitas mitra.




