Mbak Rika Ungkap Fakta soal Video Wanita di Rumah Dinas Kalapas Waingapu NTT

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mengungkap fakta soal video viral tentang penggerebekan oleh petugas di rumah dinas kepala lembaga pemasyarakatan (Rumdin Kalapas) Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (1/8/20026) menyebut rekaman yang sekarang viral itu merupakan video lama.

BACA JUGA: Bupati Ini Niat Banget Ingin Menyuap Pegawai KPK Demi Mengamankan Kasusnya, Begini Ceritanya

Menurut Rika, video tersebut merupakan kejadian tahun 2024, dan penghuni rumah dinas berinisial RB telah dijatuhi sanksi tegas.

"Video tersebut adalah video lama yang terjadi pada November 2024," kata dia.

BACA JUGA: 7 Perusahaan Pengguna Jasa Don Ritto di Kasus Febrie Diperiksa Kejagung

Rika menyebut RB yang saat itu menjabat sebagai kalapas Waingapu, langsung diberikan tindakan pencopotan dari jabatan, dilakukan pemeriksaan serta tindakan administratif.

Saat ini RB berstatus sebagai ASN di Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen PAS Provinsi Jambi yang diberhentikan sementara.

BACA JUGA: Cerita Mantan Wakapolri Oegroseno Tolak Rp 1 M dan Tanah Terkait Sepolwan

Tindakan ini dilakukan, karena yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum dan telah ditahan oleh Polda Jambi.

"Dia (RB) diduga terlibat peredaran narkoba, sudah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dia menekankan bahwa video yang beredar saat ini merupakan video lama yang terjadi di tahun 2024, namun diunggah kembali oleh akun-akun media sosial dengan narasi yang tidak tepat, di antaranya terkait waktu kejadian.

"Komitmen Ditjenpas tetap sama, tidak ada toleransi terhadap terjadinya pelanggaran. Apabila terbukti maka sanksi tegas akan diterapkan," kata Rika.

Rika menyebut Ditjen PAS mengapresiasi masukan yang membangun dari masyarakat, dan meminta dukungannya untuk mengoreksi informasi yang salah.

Dia mendorong masyarakat bersikap bijak dalam menerima informasi, tidak terburu-buru membentuk opini, tanpa didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap dukungan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan informasi yang telah terverifikasi, memahami konteks suatu peristiwa secara utuh, serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi maupun kesalahpahaman di ruang publik," ujar Rika.

Sebuah video berdurasi 3 menit beredar luas di sejumlah media sosial dengan narasi penggerebekan di Rumah Dinas Kalapas Waingapu.

Dalam video tersebut, petugas menemukan seorang wanita yang mengenakan pakaian minim, yang diduga bukanlah penghuni resmi.

Adapun penggerebekan dilakukan karena petugas menerima laporan penyalahgunaan wewenang dalam menempati rumah dinas milik negara.(Ant/JPNN)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Dunia Sepak Bola Tolak Proposal Presiden FIFA
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Stasiun Tawang Dipugar KAI untuk Hidupkan Warisan Sejarah dan Dorong Ekonomi Baru
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Sebut Politik Luar Negeri Nonblok Buat Indonesia Dipercaya Negara-Negara Lain
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Siap Gelar Konser Tahun Ini, Intip Harga Tiket Konser VERIVERY di Jakarta
• 12 jam lalucumicumi.com
thumb
Petugas tangani bus Gunung Harta terbakar di Jalan Tol Madiun-Nganjuk
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.