Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai peningkatan risiko demam berdarah dengue (DBD) saat curah hujan tinggi dan kelembapan udara meningkat. Kondisi tersebut dinilai menjadi lingkungan yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Melalui unggahan resminya, BMKG mengimbau masyarakat segera melakukan langkah pencegahan apabila angka insiden (AI) DBD di wilayahnya mulai meningkat.
"Curah hujan dan udara yang lembap sangat disukai nyamuk DBD untuk berkembang biak. Jika angka insiden (AI) di wilayahmu mulai naik, yuk lakukan langkah WASPADA," tulis BMKG.
BMKG mengingatkan masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan melakukan larvasidasi dengan menaburkan bubuk pembasmi jentik pada penampungan air, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada genangan air di sekitar rumah.
BMKG menekankan upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum muncul kasus DBD di lingkungan sekitar.
"Jangan tunggu ada yang sakit, mari cegah dari sekarang. Lingkungan bersih, keluarga sehat," tulis BMKG.





