Pertandingan semifinal Danlanud Cup 2026 di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berakhir ricuh pada Kamis (30/7/2026). Wasit utama Ridho Bekti menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh suporter usai terjadi keributan di lapangan.
Akibat insiden tersebut, Ridho mengalami sejumlah luka dan harus dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Emanuel Klampok. Pertandingan yang mempertemukan Andalas FC melawan Gama FC pun tidak dapat dilanjutkan.
Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, mengatakan laga awalnya berlangsung normal sesuai regulasi yang berlaku. Panitia juga telah menyiapkan personel keamanan dari Lanud serta ambulans lengkap dengan tenaga medis di lokasi pertandingan.
Kericuhan bermula pada menit ke-17 saat skor masih imbang 0-0. Saat itu wasit memberikan keputusan atas sebuah pelanggaran di area pertahanan Gama FC yang semula masih diterima oleh para pemain dari kedua tim.
Situasi berubah setelah Manajer Andalas FC bersama sejumlah ofisial mendatangi meja pertandingan untuk melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit. Ketegangan kemudian memicu kekacauan di dalam stadion.
"Di saat yang hampir bersamaan ketika wasit hendak melanjutkan pertandingan, situasi berubah menjadi kacau. Suporter Andalas dari luar lapangan maupun dari beberapa penjuru stadion tiba-tiba masuk ke dalam lapangan dan langsung mengejar wasit hingga terjadi aksi pengeroyokan," terangnya.
Selain wasit utama, Asisten Wasit (AW) 2 Rio Wahyu juga menjadi korban saat kericuhan berlangsung. Ia terkena lemparan botol plastik dari arah tribun yang mengenai bagian kepalanya.
Baca Juga: Pelatih Spanyol Murka, Argentina Diminta Bertanggung Jawab atas Kericuhan Final
Setelah wasit berhasil dievakuasi ke rumah sakit, dua asisten wasit tetap berada di lokasi pertandingan. Namun, keduanya memutuskan tidak melanjutkan pertandingan karena mempertimbangkan faktor keamanan dan kondisi lapangan yang sudah tidak kondusif.
Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kelanjutan pertandingan semifinal Danlanud Cup 2026 tersebut. Panitia bersama pihak terkait diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap insiden yang mencoreng jalannya turnamen itu.





