BI Bangun Ekosistem Desa Wisata dengan Integrasi Kopi, Madu, dan Pokdarwis di Simalungun

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Bank Indonesia (BI) membangun ekosistem desa wisata melalui integrasi potensi lokal seperti kopi, madu, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Wisata Sait Buttu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja.

Integrasi Potensi Lokal Jadi Penggerak Desa Wisata

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan pengembangan desa wisata dilakukan melalui pendekatan ekosistem dengan menghubungkan berbagai sektor usaha dalam satu kawasan.

"Di sini kebetulan ada sebuah ekosistem yang lengkap. Ada madu, ada kopi, kemudian Pokdarwis yang semuanya coba kami gabungkan menjadi satu sehingga menjadi tujuan wisata," ungkap Anton.

Menurutnya, konsep tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi ekonomi desa secara optimal seiring berkembangnya kawasan menjadi destinasi wisata.

BI memberikan pendampingan berupa penguatan kapasitas pelaku usaha, pembangunan infrastruktur pendukung wisata, hingga peningkatan kualitas produk unggulan daerah.

Pendampingan Berkelanjutan Perkuat UMKM dan Wirausaha

Pada sektor madu, BI memfasilitasi pembangunan rumah penangkaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendampingan produksi, serta menghadirkan peneliti dari berbagai lembaga.

Di sektor pariwisata, BI mendukung pembangunan jalur sepeda, penyediaan sepeda, serta pengembangan kelompok sadar wisata.

Sementara itu, petani kopi juga memperoleh pendampingan usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi desa.

Anton menjelaskan program pendampingan telah berjalan sejak 2020 melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan dilanjutkan melalui program pengembangan ekonomi daerah agar usaha masyarakat lebih berkelanjutan.

"Yang kami bangun bukan hanya individu-individu, tetapi juga kelompok. Ada kelompok madu, kelompok petani kopi, dan kelompok sadar wisata," ujarnya.

BI juga memperluas akses pasar bagi UMKM binaan melalui ajang promosi seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU), sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses pembiayaan.

"Setelah pengelolaan kami siapkan, di sisi yang lain, paralel dengan itu jiwa entrepreneur mereka kita juga perkuat. Karena ketika kami bantu dengan waktu yang panjang itu secara tidak langsung memperkuat jiwa entrepreneur, dan kemudian marketing kami bantu untuk kelangsungan sustainability produksi maupun usahanya, di situlah kami dekatkan dengan lembaga-lembaga keuangan," ungkap Anton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung: Jakarta Aman, Mal Tak Perlu Pasang Pagar Besi Tinggi
• 1 jam laludisway.id
thumb
Membangun Rezim Ganda Perampasan Aset
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Purbaya Janji APBN Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Ucap Ini ke Siswa
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Momen Spesial Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Ajak Fans Peragakan Adegan Romantis Drama Devil Sister
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Berlangsung Meriah, Bawakan Lagu 2Gether hingga Ungkap Keinginan Liburan ke Bali
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.