JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan meteorologis di Provinsi Jawa Barat untuk periode 1-10 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, sebanyak 13 kabupaten dan kota telah masuk kategori "Awas", sementara delapan daerah lainnya berada pada status "Siaga".
Peringatan ini sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat akan memasuki puncak musim kemarau.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah yang sudah lama tidak mengalami hujan.
Baca Juga: Update Bibit Siklon Tropis 94W 2 Agustus 2026, BMKG Peringatkan Gelombang di Sejumlah Perairan
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas, BMKG juga telah menyiapkan Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Bandung.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memicu pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.
13 Daerah di Jawa Barat Berstatus Awas Kekeringan
Berdasarkan peta potensi wilayah kekeringan meteorologis periode 1-10 Agustus 2026 yang dikutip dari akun Instagram @bmkg_jawabarat, daerah dengan status "Awas" meliputi:
- Kota Bekasi
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Purwakarta
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Bandung Barat
- Kota Cimahi
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Cianjur
Wilayah berstatus "Awas" menunjukkan tingkat kekeringan meteorologis yang memerlukan perhatian lebih karena minimnya curah hujan dalam periode tertentu.
Delapan Daerah Berstatus SiagaPenulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- peringatan dini
- kekeringan meteorologis
- jawa barat
- awal agustus 2026





