Tempat Sampah di CFD Sudirman Dinilai Masih Kurang, Sampah Berserakan Jadi Sorotan

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, kembali dipadati ribuan warga pada Minggu (2/8/2026).

Di balik ramainya aktivitas olahraga dan rekreasi, sejumlah pengunjung menyoroti masih minimnya fasilitas tempat sampah di sepanjang jalur CFD.

Kondisi itu dinilai menyulitkan pengunjung membuang sampah sekaligus berpotensi memicu kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Warga Kesulitan Mencari Tempat Sampah

Yasmin (24), pekerja kantoran asal Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku hampir setiap pekan mengikuti CFD di kawasan Sudirman.

Menurut dia, suasana jalan yang bebas kendaraan membuat aktivitas olahraga jauh lebih nyaman.

Namun, ia berharap fasilitas kebersihan ikut ditingkatkan.

"Tadi saya habis beli minuman, botolnya saya pegang terus lumayan lama karena bingung mau buang di mana," ujar Yasmin kepada Kompas.com.

Baca juga: Bukan Sekadar Olahraga, Ini yang Dicari Warga Saat CFD Sudirman Jakarta

Ia baru menemukan tempat sampah setelah berjalan beberapa ratus meter. Selama itu pula, ia melihat pengunjung lain mengalami kesulitan serupa.

Menurut Yasmin, sebagian orang memilih membawa sampah hingga menemukan tempat sampah.

Namun, tidak sedikit pula yang akhirnya meletakkan gelas atau botol bekas di pembatas jalan maupun pot tanaman.

"Kalau jumlah pengunjung sebanyak ini, menurut saya fasilitas kebersihannya juga harus menyesuaikan," katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah jumlah tempat sampah agar kawasan CFD tetap bersih.

"Kan tujuan CFD supaya masyarakat menikmati udara yang lebih bersih. Akan lebih bagus lagi kalau lingkungannya juga benar-benar bersih dari sampah," ujarnya.

Baca juga: Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pengelola Ungkap Alasannya, Pramono Minta Dibongkar

Warga Khawatir Sampah Berserakan

Keluhan serupa disampaikan Marvin (32), warga Cakung, Jakarta Timur. Ia menilai banyaknya pengunjung yang membeli makanan dan minuman membuat volume sampah meningkat, sementara tempat sampah masih sulit ditemukan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya habis beli kopi, gelasnya saya bawa terus sampai lumayan jauh. Untung akhirnya ketemu tempat sampah," kata Marvin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Evakuasi Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Terkendala Gelombang Tinggi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Catat! Ini Daftar Pinjol Resmi OJK Per Agustus 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Melonjak 21%, KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan di Semester I 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IKI Naik ke 53,10, Manufaktur RI Bangkit Ditopang MBG dan Program 3 Juta Rumah
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Debat Panas! Feri Amsari vs Suroto soal Konsep Koperasi Desa Merah Putih Presiden Prabowo| ROSI
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.