Massa Pro Palestina di Paris Desak Israel Bebaskan Dokter Palestina Hussam Abu Safiya

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Paris: Ratusan pengunjuk rasa pro Palestina berbaris di pusat kota Paris, Prancis. Mereka menuntut pembebasan mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dokter Hussam Abu Safiya, yang ditahan Israel sejak Desember 2024.

Para demonstran membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan bebaskan Abu Safiya saat berjalan dari kawasan Etienne Marcel menuju Les Halles. Aksi yang diselenggarakan kelompok CAPJPO-EuroPalestine menyebutkan Abu Safiya ditahan tanpa dakwaan serta mengalami penurunan kondisi kesehatan selama dalam tahanan.

Di sisi lain, Dinas Penjara Israel membantah tuduhan penyiksaan dan menegaskan seluruh tahanan mendapatkan perlakuan serta layanan medis sesuai dengan hukum. 

Militer Israel menyatakan Abu Safiya diduga memiliki keterikatan atau keterkaitan juga dengan Hamas. Namun hingga kini belum mengajukan dakwaan resmi sementara pengacara dan organisasi kemanusiaan membantah tuduhan tersebut.
 

Baca Juga :

Ditahan Israel, Direktur RS Gaza Diduga Alami Kekerasan Fisik yang Mengancam Jiwa


Menurut laporan TRT World, pasukan Israel menangkap Abu Safiya pada 27 Desember 2024 saat menggerebek Rumah Sakit Kamal Adwan. Sebelum penangkapan, militer Israel memerintahkan pasien dan tenaga medis mengosongkan rumah sakit sebelum fasilitas itu dihancurkan.

Setelah ditahan, otoritas Israel menempatkan Abu Safiya di bawah Undang-Undang Kombatan Tidak Sah. Pengacaranya, Nasser Odeh, kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel untuk menentang perpanjangan masa penahanan tersebut.

Odeh mengatakan kliennya ditemui dalam kondisi tangan dan kaki dibelenggu di bawah penjagaan ketat. Menurutnya, Abu Safiya mengalami kekurangan makanan dan air, minim perawatan medis, serta menderita nyeri punggung dan leher akibat dipukuli saat dipindahkan ke Penjara Negev.

Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel. Kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel menuduh para tahanan menghadapi kelaparan, penyiksaan, serta pengabaian layanan kesehatan yang disebut telah menyebabkan puluhan tahanan meninggal dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WamenPAN-RB Puji Polisi Peraih Hoegeng Awards: Mereka Orang-orang Terpilih
• 6 jam laludetik.com
thumb
Tokoh Muda NU Gus Ubaid Kembali ke Pelindo, Perkuat Jajaran Komisaris
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Pengamen Manusia Silver Tewas Dibunuh Teman di Probolinggo, 2 Pelaku Ditangkap di Kediri
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas saat Ekspedisi Broad Peak Pakistan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Reaksi Ayah di Surabaya yang Viral Disebut Telantarkan Anak Kandung Selama 5 Bulan
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.