Rupiah Melemah 0,32 Persen dalam Sepekan, Dibayangi Geopolitik dan Domestik

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan negatif rupiah dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan kondisi domestik.

Rupiah Melemah 0,32 Persen dalam Sepekan, Dibayangi Geopolitik dan Domestik

IDXChannel – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara mingguan tercatat melemah 0,32 persen jika dibandingkan dengan posisi Rp17.963 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot sebenarnya ditutup menguat 0,49 persen secara harian ke level Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7/2026). 

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Dibuka Rebound ke Rp18.074 per Dolar AS

Sementara itu, mengacu pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah juga menguat 0,11 persen harian ke posisi Rp18.058 per dolar AS. Namun secara sepekan, kurs Jisdor mencatatkan pelemahan 0,47 persen dari posisi Rp17.973 per dolar AS.

Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai bahwa pergerakan negatif rupiah dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan kondisi domestik.

Baca Juga:
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per USD

Dari sisi global, pelaku pasar mencerminkan kehati-hatian atas eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan rudal balistik Iran yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.

“Meskipun Komando Pusat AS menyatakan bahwa seluruh rudal berhasil dicegat, serangan ini menandai eskalasi baru setelah beberapa hari situasi relatif tenang, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa jeda diplomatik yang sempat terjadi bisa segera buyar,” kata Ibrahim, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per USD

Selain faktor geopolitik, pasar merespons hasil rapat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (Federal Funds Rate) pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. 

Keputusan tersebut diwarnai perbedaan pendapat (dissenting votes) di internal Federal Open Market Committee (FOMC), di mana tiga dari 12 anggota menghendaki kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk meredam inflasi.

Di sisi lain, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa pengetatan pasar telah membantu meredakan laju inflasi, sembari membuka peluang opsi kebijakan lanjutan jika tekanan inflasi kembali meluas.

Dari dalam negeri, perhatian investor tersedot oleh isu transisi kepemimpinan di Bank Indonesia pascapengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. 

Untuk meredam ketidakpastian, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat intervensi stabilisasi kurs rupiah guna menopang pencapaian target inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral,” kata Ibrahim.

Mempertimbangkan berbagai faktor risiko global maupun domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah untuk sepekan mendatang akan berada pada kisaran Rp17.920 hingga Rp18.300 per dolar AS.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kunjungi Sekolah Rakyat Surabaya, Menkeu Purbaya Pastikan Sarana dan Prasarana Siap
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Fans Aston Villa Datang dari Malang demi John McGinn, Garnacho? Diospek Dulu Aja...
• 15 jam lalubola.com
thumb
Latar Belakang Pendidikan Sarwendah Disorot Psikolog, Dinilai Tak Nyambung saat Kasih Jawaban di Podcast Denny Sumargo
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Percepat Kasus Pembacokan Anggota Kelompok Silat, Berkas Masuk Kejaksaan Pekan Depan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.