Grid.ID- Kronologi Bigmo dilaporkan ke polisi gegara libatkan anak kecil saat promosi vape di siaran langsung. Sang streamer diketahui telah melakukan klarifikasi.
Konten kreator Bigmo alias Muhammad Jannah kembali dilaporkan ke polisi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Budi Hermanto, mengatakan adanya aduan masyarakat (Dumas) terkait siaran langsung Bigmo yang membawa-bawa anak di bawah umur.
“Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan eksploitasi anak secara ekonomi dalam tayangan siaran langsung di media sosial,” kata Budi, dilansir dari Kompas.com.
Kasus tersebut kemudian ditangani oleh Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang. Saat ini, mereka tengah berusaha untuk mengidentifikasi anak yang terlibat dalam konten itu.
“Direktorat PPA PPO saat ini sedang menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi anak yang diduga menjadi korban dan mendalami peristiwa yang dilaporkan,” tuturnya.
Adapun, pelapor yaitu Thulus Pardosi melalui akun Instagramnya mengajak netizen untuk mencari orang tua dari anak yang dilibatkan dalam siaran langsung Bigmo. Dia mengatakan bahwa keterangan dari anak ataupun orang tuanya penting untuk perkembangan aduan ini.
“Kami bersedia untuk memfasilitasi ataupun mendampingi nantinya ketika diperlukan ataupun pada saat nanti anak ataupun korban tersebut dipanggil oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya untuk didengarkan dan diperiksa dan diambil keterangannya,” tutur Thulus.
Thulus lalu menjelaskan terkait konten Bigmo di kanal YouTube NiceGuyMo dengan judul "Trio Good Guy ke Pasar Maling". Dalam video tersebut, seorang anak di bawah umur dilibatkan untuk promosi produk vape yang mengandung nikotin dan zat adiktif lainnya.
“Mari kita kawal terus kasus ini hingga selesai nanti. Ini bukan soal BigMo ya, ini bukan soal BigMo, siapa pun yang melakukan ini kita harus lindungi anak,” tegasnya.
Selain dilaporkan oleh Thulus Pardosi, Bigmo juga dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas Perlindungan Anak, hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) oleh konten kreator Sadam Permana. Sadam mengecam adanya perlibatan anak dalam promosi produk yang diperuntukkan bagi orang dewasa dan mengatakan persoalan serius ini harus dikawal hingga tuntas.
"Aku sudah menghubungi dan membuat laporan ke Komnas Anak, KPAI, dan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, terhadap kasus ini, yang mana live streamer ini mempromosikan produk dewasa dan meminta anak-anak mempromosikannya," ujar Sadam.
"Sangat berbahaya sekali dan ini harus dikawal secara tuntas dan harus proses hukum teman-teman," lanjutnya.
Sementara itu, Tazelab yaitu perusahaan vape yang produknya dipromosikan Bigmo memberikan klarifikasi dan mengatakan telah mengakhiri kerja sama dengan streamer tersebut. Melansir dari TribunJakarta.com, mereka menegaskan bahwa sejak awal pihaknya tidak pernah mengarahkan maupun menargetkan anak di bawah umur dalam aktivitas pemasaran.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap praktik pemasaran yang ada, Tazelab memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Bigmo," jelas Tazelab.
"Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa setiap bentuk kolaborasi yang membawa nama Tazelab senantiasa berjalan selaras dengan nilai, standar profesionalisme, serta prinsip pemasaran yang bertanggung jawab yang kami pegang," tegas mereka.
Dalam kronologi Bigmo dilaporkan ke polisi ini, sang konten kreator diketahui telah melakukan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maafnya. Dalam video yang beredar di media sosial, Bigmo mengakui bahwa hal yang dilakukannya merupakan tindakan yang salah dan tidak bisa dibenarkan.
"Saya menyadari bahwa produk yang mengandung nikotin hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa dan tidak diperuntukkan kepada anak di bawah umur sesuai regulasi," kata Bigmo.
Selanjutnya, Bigmo juga menunjukkan permintaan maaf kepada brand yang bekerja sama dengannya dan menegaskan bahwa seluruh tindakan yang diperbuat merupakan keputusan pribadinya. Adik Resbob ini lalu mengatakan bahwa dirinya akan menerima kritik dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
"Kejadian ini menjadi pelajaran sang sangat-sangat berarti bagi saya. Saya berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten, menjalankan setiap kerja sama, serta lebih memahami tanggung jawab yang saya emban," ujarnya. (*)
Artikel Asli




