HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — John Herdman mulai memperlihatkan cara berbeda dalam mengelola skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Pelatih asal Inggris tersebut tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga berusaha memastikan kedalaman skuad Garuda benar-benar teruji sepanjang fase grup.
Dalam dua pertandingan yang telah dimainkan, Herdman hampir memberikan kesempatan kepada seluruh pemain yang dibawanya ke turnamen. Rotasi menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga kebugaran sekaligus melihat kesiapan setiap pemain sebelum memasuki pertandingan yang lebih menentukan.
Situasi itu terlihat jelas ketika Timnas Indonesia menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A di Chonburi Stadium, Thailand, Jumat (31/7/2026).
Herdman melakukan perubahan besar terhadap susunan pemain. Dari starting XI ketika menghancurkan Kamboja 5-1 pada pertandingan pertama, hanya lima pemain yang kembali dipercaya tampil sejak menit awal.
Kelima pemain tersebut adalah Marc Klok, Ivar Jenner, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Mitchell Baker.
Selebihnya, Herdman memberikan kesempatan kepada pemain yang sebelumnya lebih banyak berada di bangku cadangan.
Perubahan paling mencolok terjadi di lini belakang. Brian Fatari, Jordi Amat, dan Wahyu Prasetyo dipercaya mengawal pertahanan, sementara posisi penjaga gawang diberikan kepada Cahya Supriadi.
Rotasi tersebut menunjukkan bahwa Herdman memiliki kepercayaan cukup besar terhadap para pemain pelapisnya.
Hasilnya pun positif. Indonesia sempat kesulitan membongkar pertahanan Timor Leste pada babak pertama, tetapi akhirnya mampu mencetak tiga gol setelah turun minum.
Shayne Pattynama, Thom Haye, dan Mitchell Baker menjadi pencetak gol kemenangan 3-0 tersebut.
Bagi Herdman, pertandingan itu bukan hanya menghasilkan tiga poin. Laga tersebut juga memberikan gambaran mengenai siapa saja pemain yang siap dipanggil ketika pertandingan memasuki fase yang lebih berat.
Kini, perhatian mulai mengarah kepada pertandingan berikutnya.
Vietnam sudah menunggu.
Laga tersebut diprediksi menjadi ujian sebenarnya bagi Timnas Indonesia di Grup A. Vietnam merupakan salah satu kekuatan utama Asia Tenggara dan datang dengan status juara bertahan.
Karena itu, keputusan Herdman dalam menentukan komposisi pemain akan kembali menjadi sorotan.
Hanya Beberapa Pemain Belum Merasakan Menit Bermain
Setelah dua pertandingan, Herdman sebenarnya sudah memainkan sebagian besar pemain yang masuk dalam skuad Piala AFF 2026.
Namun, masih ada sejumlah nama yang belum mendapatkan kesempatan.
Salah satunya adalah Muhammad Riyandi.
Dari tiga penjaga gawang yang dibawa Herdman, hanya Riyandi yang belum dimainkan.
Nadeo Argawinata mendapat kesempatan pada pertandingan pertama ketika Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1. Meski menang besar, Nadeo harus kebobolan satu gol.
Pada pertandingan kedua, giliran Cahya Supriadi yang berada di bawah mistar ketika Indonesia menghadapi Timor Leste.
Dengan pola rotasi tersebut, peluang Riyandi untuk tampil semakin kecil. Jika Herdman kembali menggunakan kiper utama atau memilih salah satu dari dua penjaga gawang yang sudah dimainkan, Riyandi berpotensi kembali menjadi penonton dari bangku cadangan.
Namun, pertandingan melawan Vietnam bisa saja menjadi momentum berbeda.
Jika Herdman ingin memberikan kesempatan kepada seluruh pemain sebelum memasuki fase semifinal, Riyandi masih memiliki peluang, meski relatif kecil.
Rizky Eka Masih Menunggu Kesempatan
Nama lain yang menarik perhatian adalah Rizky Eka Pratama.
Winger PSM Makassar tersebut sejauh ini masih menjadi penghuni bangku cadangan Timnas Indonesia.
Rizky Eka belum mendapatkan satu menit pun bermain dalam dua pertandingan Grup A.
Padahal, pemain tersebut memiliki karakter yang cukup fleksibel.
Rizky Eka dapat dimainkan di beberapa posisi sektor sayap sehingga secara teori bisa menjadi opsi bagi Herdman ketika membutuhkan pemain dengan kecepatan dan kemampuan menyerang dari sisi lapangan.
Persoalannya, persaingan di sektor tersebut sangat ketat.
Di sisi kiri, Rizky Eka harus bersaing dengan Dony Tri Pamungkas. Ketika Dony tidak dimainkan, Herdman masih memiliki opsi Tim Geypens.
Sementara di sisi kanan, Eliano Reijnders menjadi pilihan utama. Pemain naturalisasi tersebut bahkan selalu tampil sejak menit pertama dalam dua pertandingan Indonesia di fase grup.
Situasi itu membuat jalan Rizky Eka menuju starting XI memang tidak mudah.
Namun, pertandingan melawan Vietnam bisa menjadi kesempatan yang berbeda.
Herdman kemungkinan membutuhkan pemain dengan kecepatan untuk menghadapi permainan Vietnam yang memiliki kemampuan dalam menguasai bola dan melakukan transisi cepat.
Jika Indonesia sudah mendapatkan keunggulan atau membutuhkan tenaga baru di lini serang pada babak kedua, Rizky Eka bisa menjadi salah satu opsi yang masuk akal.
Apalagi, pertandingan menghadapi Vietnam kemungkinan membutuhkan kedalaman skuad yang lebih besar dibanding dua laga sebelumnya.
Marselino Masih Menunggu Lampu Hijau
Selain Rizky Eka, satu nama yang paling dinantikan publik adalah Marselino Ferdinan.
Bintang muda Indonesia tersebut belum sekalipun tampil di Piala AFF 2026.
Berbeda dengan Rizky Eka yang tidak dimainkan karena pertimbangan teknis dan persaingan posisi, Marselino harus menepi karena kondisi fisik.
Cedera membuat pemain berusia 21 tahun tersebut harus absen dalam dua pertandingan pertama Indonesia.
Situasi itu tentu menjadi perhatian Herdman.
Sebelum turnamen berlangsung, kondisi Marselino memang sempat menjadi tanda tanya. Pemain Oxford United tersebut mengalami benturan hingga harus menggunakan tongkat untuk membantu berjalan.
Karena itu, keputusan untuk memainkan Marselino tidak bisa hanya didasarkan pada kebutuhan taktik.
Kondisi fisiknya harus menjadi pertimbangan utama.
Jika Marselino sudah dinyatakan pulih dan mendapatkan lampu hijau dari tim medis, pertandingan melawan Vietnam bisa menjadi momentum comeback.
Namun, sangat mungkin Herdman tidak langsung memaksanya bermain sejak menit pertama.
Marselino bisa saja ditempatkan di bangku cadangan terlebih dahulu dan baru diturunkan jika kondisi pertandingan memungkinkan.
Langkah tersebut akan menjadi pilihan yang lebih aman mengingat Indonesia masih memiliki pertandingan penting lainnya setelah menghadapi Vietnam.
Vietnam Jadi Ujian Sesungguhnya
Pertandingan melawan Vietnam akan menjadi laga yang berbeda.
Indonesia sudah mengoleksi dua kemenangan setelah mengalahkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 3-0. Namun, Vietnam memiliki kualitas dan pengalaman yang jauh lebih tinggi.
Apalagi, hasil imbang 0-0 Vietnam melawan Singapura membuat persaingan Grup A semakin menarik.
Vietnam kini harus mengejar poin, sementara Indonesia berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Karena itu, Herdman tidak hanya membutuhkan pemain terbaik, tetapi juga pemain yang benar-benar berada dalam kondisi fisik optimal.
Rotasi yang dilakukan dalam pertandingan melawan Timor Leste bisa menjadi bagian dari persiapan tersebut.
Herdman telah memberikan menit bermain kepada banyak pemain. Kini, ia memiliki gambaran lebih jelas mengenai kemampuan setiap pemain yang tersedia.
Pertanyaannya kemudian tinggal satu: apakah Marselino Ferdinan sudah cukup fit untuk kembali memperkuat Garuda, dan apakah Rizky Eka Pratama akhirnya mendapatkan kesempatan?
Jika Marselino sudah pulih, kehadirannya bisa memberikan dimensi berbeda bagi permainan Indonesia.
Sementara Rizky Eka dapat menjadi alternatif ketika Herdman membutuhkan tenaga baru dari sektor sayap.
Dua pemain tersebut memang belum mendapatkan menit bermain di Piala AFF 2026.
Namun, pertandingan besar melawan Vietnam bisa saja menjadi panggung pertama mereka.
Di tengah persaingan Grup A yang semakin ketat, Herdman membutuhkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Bukan hanya 11 pemain utama, tetapi juga para pemain yang selama ini menunggu kesempatan dari bangku cadangan.
Dan ketika Vietnam datang sebagai lawan berikutnya, kesempatan itu bisa tiba pada waktu yang paling menentukan.




