Grid.ID- Seorang ibu di Siak paksa tiga anaknya untuk mengemis di jalan hingga 10 jam. Pelaku diketahui juga mengancam akan mengusir jika tak dituruti.
Tiga anak di Kampung Sam Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau diduga menjadi korban eksploitasi oleh ibunya untuk mengemis. Mereka mengaku diantar ke lokasi mengemis sekira pukul 08.00 WIB dan baru dijemput kembali pada pukul 18.00 WIB.
Pengakuan ini terungkap saat asesmen Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Siak turun ke lokasi setelah menerima laporan soal dugaan eksploitasi anak. Anak-anak tersebut diketahui mengaku bahwa mereka tak berani menolak perintah karena takut akan diusir dari rumah.
“Kalau tidak mau mengemis, kami diancam disuruh keluar dari rumah,” demikian pengakuan anak-anak kepada tim asesmen Dinsos PPA Kabupaten Siak, dilansir dari TribunJatim.com.
Kepala Dinsos PPA Kabupaten Siak Wan Idris mengatakan, hasil asesmen sementara menunjukkan ketiga anak itu diduga diminta hingga dipaksa oleh ibu mereka untuk mengemis setiap hari. Ketiganya menghabiskan waktu sekira 10 jam di pinggir jalan sebelum dijemput kembali pada petang hari.
“Anak-anak mengaku diantar sekitar pukul 08.00 WIB, kemudian dijemput kembali sekitar pukul 18.00 WIB. Dari keterangan mereka juga diketahui ada ancaman akan diusir dari rumah apabila menolak mengikuti perintah ibunya,” kata Wan Idris.
Selanjutnya, Dinsos PPA mendatangi Kampung Sam Sam usai mendapat informasi bahwa ketiga anak itu kembali terlihat mengemis di jalan. Petugas lalu menggali keterangan dari mereka untuk mengetahui kondisi ketiganya dan pola dugaan eksploitasi yang terjadi.
Adapun, kasus ini ternyata bukan pertama kali yang terjadi karena pemerintah kampung dan aparat sebelumnya sempat memberi pembinaan kepada orangtua ketiga anak itu. Mereka lalu diminta menendatangani surat pernyataan agar tak lagi melibatkan anak-anak dalam kegiatan meminta-minta.
Meski begitu, dugaan eksploitasi tetap terulang sehingga Dinsos PPA melakukan penanganan lanjutan dengan menurunkan tim asesmen ke lokasi. Selain memeriksa kondisi anak, petugas juga memberi edukasi pada ayah mereka tentang tanggung jawab sebagai kepala keluarga serta pentingnya pengasuhan yang layak.
Melansir dari Kompas.com, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga anak berada dalam kondisi fisik sehat dan masih tampak ceria. Namun, petugas menemukan adanya tanda-tanda ketakutan secara psikologis, terutama ketika anak-anak berbicara mengenai ibu mereka.
“Kondisi mereka sehat, tetapi masih terlihat adanya rasa takut terhadap ibunya. Ini menjadi perhatian kami dalam penanganan berikutnya,” ujar Wan Idris.
Dinsos PPA berencana melakukan pemeriksaan lanjutnya guna perlindungan dan pendampingan yang paling tepat bagi ketiga anak. Mereka juga akan menjalankan asesmen terhadap ibu ketiga anak itu guna mendapat gambaran menyeluruh soal kondisi keluarga dan dugaan eksploitasi yang terjadi.
Dalam kasus ibu di Siak paksa tiga anaknya untuk mengemis ini, Dinsos PPA berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan agar aktivitas anak-anak itu bisa dipantau dan dugaan eksploitasi tak kembali terjadi. Orangtua mereka juga kembali diingatkan agar tak melibatkan anak-anak dalam kegiatan meminta-minta.
Pemerintah daerah menilai perlindungan terhadap ketiga anak perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pemeriksaan sesaat. Pendampingan terhadap keluarga juga diperlukan agar orangtua memahami tanggung jawab pengasuhan dan tidak menggunakan anak sebagai sumber penghasilan.
Sementara itu, Kecamatan Kandis bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Siak membantu pengurusan dokumen kependudukan keluarga tersebut. Dinsos PPA belum menjelaskan apakah ketiga anak akan ditempatkan di lokasi perlindungan sementara atau tetap berada bersama keluarga dengan pengawasan ketat.
Pemerintah daerah disebut masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Langkah lanjutan juga akan mempertimbangkan kondisi psikologis anak, situasi keluarga, serta keamanan mereka selama berada di rumah.
Pengawasan lintas instansi diharapkan dapat mencegah ketiga anak kembali dipaksa mengemis sejak pagi hingga petang. Kasus tersebut menjadi perhatian karena anak-anak mengaku mengalami ancaman akan diusir dari rumah apabila menolak mengikuti perintah orangtuanya. (*)
Artikel Asli




