Sumsel, tvOnenews.com - Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap dua orang korban yang dilaporkan hilang akibat terseret arus di Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin di Palembang, Sumatera Selatan Minggu, mengonfirmasi, kedua korban yang masih dalam pencarian yakni Rahman Udin (33), warga Kabupaten Ogan Ilir, serta Rizky Saputra (22), pekerja asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
"Pada hari kedua ini kami mengerahkan seluruh potensi yang ada dengan melakukan penyisiran permukaan sungai dari dua sisi serta penyelaman di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Raymond menjelaskan peristiwa bermula pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, rombongan yang terdiri atas tiga pria dan dua wanita mendatangi Sungai Ogan di Desa Rantau Alai Kampung 5 untuk bersantai sekaligus merayakan ulang tahun.
Insiden terjadi ketika salah satu korban turun ke sungai untuk mandi namun mendadak terseret arus deras. Dua rekannya yang berusaha memberikan pertolongan dengan ikut melompat ke air justru ikut tenggelam terbawa arus.
Kantor SAR Palembang yang menerima laporan pada Sabtu (1/8) pukul 22.00 WIB langsung menerjunkan satu tim penyelamat ke lokasi kejadian.
Dalam proses pencarian tahap awal pada Minggu (2/8) sekitar pukul 01.00 WIB, tim berhasil menemukan salah satu korban atas nama Arifebriansyah (18), warga Cilacap, dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai sekitar 10 meter dari lokasi awal. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Ogan Ilir.
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi personil menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area permukaan air sejauh 5 kilometer persegi menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu warga, diselingi tindakan penyelaman.
Pencarian ini melibatkan unsur Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengimbau agar tidak berenang di area sungai yang berarus deras. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Basarnas melalui Emergency Call 115. (ant/aag)




