Kebakaran Hutan di Yunani Meluas, Lebih dari 100 Rumah Dilaporkan Hancur

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Yunani kembali dilanda kebakaran hutan besar yang menghanguskan lebih dari 100 rumah di wilayah barat laut Athena. Di saat bersamaan, kebakaran baru juga memaksa evakuasi warga di Pulau Kefalonia, salah satu destinasi wisata populer di negara tersebut.

Petugas pemadam kebakaran Yunani masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang melanda kawasan Porto Germeno di Teluk Korintus, sekitar 60 kilometer dari Athena.

Menurut laporan Reuters pada Minggu (3/8/2026), meski angin kencang yang sebelumnya mempercepat penyebaran api mulai mereda, kobaran api telah melintasi pegunungan menuju wilayah selatan dan mencapai permukiman Veniza serta area latihan militer yang memiliki amunisi aktif, sehingga meningkatkan risiko operasi pemadaman.

Pemerintah Yunani mengerahkan hampir 500 petugas pemadam kebakaran yang didukung kendaraan khusus, alat berat, serta pesawat pemadam. Upaya tersebut juga diperkuat bantuan personel dan peralatan dari Prancis serta Rumania.

Di Desa Agios Konstantinos, warga turut membantu memadamkan api agar tidak menjalar ke permukiman.

“Kebakaran sudah berlangsung sejak tadi malam. Kami memahami petugas tidak mungkin berada di semua tempat, sehingga kami sebagai warga melakukan apa yang kami bisa,” kata Tasos Tzempelikos, warga setempat yang bersama putranya berupaya memadamkan api menggunakan air.

Media Yunani Protothema melaporkan, upaya besar dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar dari Veniza menuju Kota Megara di pesisir. Hingga kini diperkirakan lebih dari 10.000 hektare lahan telah terbakar.

Sementara itu, kebakaran baru juga terjadi di kawasan Pastra, Pulau Kefalonia, yang memaksa beberapa permukiman dievakuasi pada Sabtu malam.

Di negara Eropa lainnya, kondisi kebakaran hutan mulai menunjukkan perbaikan. Otoritas Prancis melaporkan kebakaran di wilayah Gironde dan Var tidak lagi meluas, sementara di Spanyol sebagian besar titik api berhasil dikendalikan meski masih terjadi beberapa kebakaran susulan.

Di Provinsi Caceres, Spanyol, sekitar 800 warga yang sebelumnya dievakuasi telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing. Namun mereka masih diminta tetap berada di dalam rumah karena kebakaran belum sepenuhnya padam.

Gelombang kebakaran yang melanda sejumlah negara Eropa terjadi setelah kawasan tersebut mengalami suhu ekstrem dan minim curah hujan selama beberapa pekan terakhir. Para ilmuwan menilai kondisi tersebut diperparah oleh dampak perubahan iklim.

Selain kebakaran, sejumlah negara Eropa juga menghadapi kekeringan yang menyebabkan penurunan drastis debit sungai-sungai utama seperti Rhein dan Danube.

Sedangkan di Serbia, permukaan Sungai Danube turun ke level terendah sejak 1985. Kondisi itu menyebabkan pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara tersebut hanya mampu beroperasi sekitar 20 persen dari kapasitas normalnya. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Kiper Arema FC dan Bali United Adilson Maringa Cetak Sejarah Mentas di UEFA Conference League
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
150 Unit Ambulance Diserahkan PT SB di Ajang GIIAS 2026
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
KAI Larang Sisi Jalur Rel Kereta Dipakai ‘Liga Aspal’: Bukan Ruang Publik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Manfaat Buah Alpukat untuk Menjaga Kesehatan Jantung
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.