Sudah delapan hari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Kameloh Baru, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum berhasil dikendalikan. Sementara kabut asap pekat dan bau menyengat sempat menutupi sisi jalan Trans Kalimantan Poros Barat Kilometer 7 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Kencangnya tiupan angin diperparah kondisi lahan gambut yang sangat kering akibat kemarau ini membuat kobaran api cepat merambat mendekati jalan protokol hingga pemukiman warga. Minimnya sumber air serta banyaknya titik api ini membuat para petugas kewalahan.
Baca Juga :
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng dengan Operasi Modifikasi CuacaSebagian petugas terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan dahan pohon karena api yang sudah mendekati kantor kelurahan serta Posko Satgas Karhutla. Petugas lainnya mencoba menyemprotkan air dari armada tangki di sisi jalan dan total luas lahan gambut yang terbakar di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari 90 hektare.
Asap pekat dan bau menyengat dari kebakaran lahan gambut ini menutupi jalan Trans Kalimantan Poros Barat Kilometer 7 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi ini membuat jangkauan pandangan terganggu hingga tim relawan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas secara bergantian demi mencegah kecelakaan.
Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan berjibaku memadamkan api di sisi jalan. Enam unit mobil tangki air diterjunkan terdiri dari dua unit BPBD, dua unit Sangga Buana 323, dua unit Kodim, serta armada relawan.




