HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Plt Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, mengajak seluruh civitas akademika memperkuat persatuan dan menjaga soliditas kampus, pada momentum Malam Kenangan Dies Natalis ke-65 UNM, Minggu malam, 2 Agustus.
Dia menegaskan, perjalanan panjang UNM hingga menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia merupakan hasil perjuangan para pendiri dan pemimpin terdahulu yang terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang UNM dimulai sebagai salah satu fakultas di Universitas Hasanuddin, kemudian menjadi cabang IKIP Yogyakarta, bertransformasi menjadi IKIP Makassar, IKIP Ujung Pandang, hingga akhirnya menjadi Universitas Negeri Makassar.
“Tidak ada hari ini kalau tidak ada perjalanan panjang yang telah dilalui. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendiri serta para rektor dari masa ke masa yang telah meletakkan fondasi kuat bagi UNM. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan, memperkuat, dan membawa UNM menjadi semakin inovatif serta berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, amanah memimpin UNM merupakan tanggung jawab besar untuk meneruskan estafet kepemimpinan yang kelak akan dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya dengan visi dan komitmen memajukan universitas.
Prof. Farida juga menegaskan bahwa kemajuan sebuah kampus tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.
“Kampus bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusia yang berkarakter, mandiri, dan mampu memberi dampak bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia. Alhamdulillah, alumni UNM telah tersebar di berbagai daerah hingga mancanegara dan menjadi duta yang mengharumkan nama universitas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni menjaga kekompakan serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang dapat mengganggu persatuan kampus.
“Mari kita menjaga rumah kita bersama. Jangan sampai ada pihak luar yang memprovokasi atau memecah kebersamaan kita. Jika kita tetap kompak dan solid, insya Allah UNM akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan. Sesuai tagline kita, ‘UNM selalu jaya dalam tantangan’,” tuturnya.
Untuk memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, Prof. Farida memperkenalkan semangat “Saya UNM, Kita Semua UNM” sebagai simbol persatuan seluruh keluarga besar universitas. Ia bahkan mengajak civitas akademika memasang slogan tersebut pada foto profil media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap kebersamaan UNM. (wid)





