Karhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana di Indonesia Selama Musim Kemarau

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Karhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana di Indonesia Selama Musim KemarauNasional | okezone | Senin, 3 Agustus 2026 - 00:05Dengarkan Berita

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah selama musim kemarau, demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Informasi ini disampaikan berdasarkan data penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Sabtu (1/8/2026), pukul 07.00 WIB, hingga Minggu (2/8/2026), pukul 07.00 WIB.

"Kejadian karhutla pertama terjadi di wilayah Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Peristiwa diduga dipicu oleh kondisi daun dan ranting kering di kawasan perbukitan berbatu yang mudah terbakar akibat suhu panas, sehingga memunculkan titik api secara tiba-tiba," ujarnya kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:Menegangkan! Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba di Katingan Berujung 1 Polisi Gugur 2 Hilang

Menurutnya, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Lalu, di Provinsi Jawa Tengah, BNPB juga menerima laporan kejadian karhutla yang terjadi di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak terkait.

"Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare," tuturnya.

Dia menerangkan, berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih di wilayah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah mulai mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD Kabupaten Banyumas bersama pemerintah desa, unsur kemanusiaan, dan masyarakat terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi pasokan air bersih dan penampungan air.

"Berdasarkan laporan terkini hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 23.00 WIB, BPBD Kabupaten Banyumas telah mendistribusikan sebanyak 27.000 liter air bersih atau setara lima tangki ke sejumlah wilayah terdampak," jelasnya.

 Baca Juga:Kronologi Pria di Lampung Tewas Ditembak Tetangga gegara Undangan Hajatan, Sempat Cekcok

Dia mengungkap, distribusi air bersih dilakukan ke Grumbul Tembelang, Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok sebanyak 4.000 liter yang bersumber dari Perumda Pabuwaran. Selanjutnya, distribusi juga dilakukan ke Pondok Pesantren Hidayatul Kholil dan Pondok Pesantren An Najah di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok sebanyak 8.000 liter dari Perumda Tonjong Ajibarang.

"Selain itu, BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok yang bersumber dari Hidran Karangbawang, 5.000 liter ke Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang dari PDAM Tonjong, serta 5.000 liter ke Desa Cipete, Kecamatan Cilongok yang juga berasal dari PDAM Tonjong," katanya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serba-serbi Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT RI di Monas
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Wanita Tertabrak Kereta Bandara di Jakbar gegara Pakai Headset
• 8 jam laludetik.com
thumb
Korban Tewas Gempa di Kumamoto Jepang Jadi 38 Orang, Ribuan Masih Mengungsi
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Papua Tengah Dilanda Kekeringan dan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Pengamat Vietnam Pede Nguyen Xuan Son Cs Kalahkan Timnas Indonesia dan Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.