Kairo: Serangan udara Israel menghantam Gaza untuk hari kedua berturut-turut pada Minggu 2 Agustus, menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina.
Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan terobosan dalam upaya untuk menerapkan perjanjian gencatan senjata tahun lalu, serangan dari Israel masih saja terjadi.
Sejak subuh, pesawat tempur Israel menghantam Kota Gaza di utara, kota Deir al-Balah di tengah, dan wilayah Khan Younis di selatan, menyebabkan jumlah kematian harian terbesar dalam beberapa minggu, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Baca Juga :
Kemenkes Gaza Catat 152 Korban Tewas Sepanjang Juli 2026, Tertinggi Tahun IniPada hari Minggu, Menteri Energi Israel Eli Cohen -,anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,- mengatakan, pemerintah akan memberi Hamas kesempatan untuk melucuti senjata tetapi dia "sangat skeptis" bahwa itu akan terjadi.
Cohen mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa belum ada kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap Gaza dan bahwa ia melihat perlunya Israel, yang sudah menguasai 70% wilayah tersebut, untuk mengambil kendali penuh jika Hamas tidak melucuti senjatanya.
"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, pendirian kami adalah bahwa Hamas harus dibubarkan. Ini adalah hal pertama yang harus terjadi," tambah Cohen, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin 3 Agustus 2026.
Kemudian pada hari Minggu, seorang juru bicara kantor Netanyahu mengatakan kepada Reuters bahwa Israel menyampaikan kekhawatiran kepada AS mengenai rencana pelucutan senjata tersebut.
"Kekhawatiran terpenting bagi Israel adalah bahwa tidak ada yang dapat terjadi sebelum Hamas sepenuhnya dan benar-benar melucuti senjatanya ," kata Doron Spielman, juru bicara kantor perdana menteri Israel. Serangan hancurkan tenda Serangan di Deir al-Balah menewaskan sedikitnya empat orang, kata pejabat kesehatan Palestina, dan serangan terpisah melukai lima orang dan membakar beberapa tenda di Mawasi, dekat Khan Younis, menurut layanan darurat sipil.
Sepasang suami istri dan putra mereka yang berusia 9 tahun tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di Mawasi, kata pejabat Palestina.
Pasangan suami istri lainnya tewas bersama anak mereka dalam serangan terhadap sebuah apartemen di Kota Gaza, di mana dua orang lagi tewas dalam serangan terhadap sebuah tenda di dekat kantor misi perwakilan Mesir, kata petugas medis.
Baca Juga :
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 9 Warga Palestina, Tepi Barat Kembali MemanasSatu orang tewas di dekat Jabalia di Gaza utara, kata pejabat Palestina.
Militer Israel mengatakan serangan terhadap sebuah apartemen di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elit Hamas "Nukhba".
Serangan di Kota Gaza dan Jabalia juga menargetkan "operator militer," tetapi militer masih meninjau situasi tersebut, tambahnya.
Dalam serangan berikutnya di Kota Gaza, petugas medis mengatakan serangan udara Israel terhadap sebuah mobil menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina di dekat Lapangan Saraya.
Dewan Perdamaian bentukan Trump, badan pimpinan AS yang mengawasi gencatan senjata, menerbitkan pada peta jalan 15 poin pada Jumat 31 Juli yang menetapkan langkah-langkah terakhir untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.
Nickolay Mladenov, utusan utama Dewan Perdamaian untuk Gaza, mengatakan serangan di seluruh Gaza terjadi meskipun ada upaya dari dewan dan mediator untuk membawa faksi-faksi Palestina agar menyetujui peta jalan untuk implementasi rencana Trump.
Ia mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa ia bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, mediator, dan mitra regional untuk "mengurangi ketegangan dan menciptakan ruang untuk implementasi penuh rencana Presiden".
"Mencapai perdamaian abadi itu sulit tetapi dapat dicapai jika semua orang melakukan upaya terbaik mereka," kata Mladenov.
Setidaknya 1.230 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak gencatan senjata tercapai pada bulan Oktober, menurut otoritas kesehatan Gaza. Hamas tidak mengungkapkan angka korban tewas perang mereka.
Empat tentara Israel tewas selama periode yang sama, menurut perhitungan Israel.




