Media New Tang Dynasty melaporkan bahwa beberapa hari lalu terjadi insiden di kawasan wisata Gunung Wutai, Shanxi, di mana sejumlah wisatawan dilaporkan tumbang setelah tersambar petir.
EtIndonesia.com Pada 31 Juli, beredar informasi di internet yang menyebutkan bahwa beberapa pendaki yang sedang berjalan kaki di kawasan wisata Gunung Wutai tersambar petir. Bahkan disebutkan bahwa “orang yang lebih tua mengalami henti jantung.”
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa orang tergeletak di tanah tanpa bergerak. Dalam video tersebut terdengar seseorang berkata: “Petir! Petir! Berkali-kali menyambar, beberapa orang terkena.”
Menanggapi hal itu, pejabat setempat di Kota Xinzhou mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa tiga pendaki yang melintas di lokasi kejadian terjatuh karena terkejut setelah petir menyambar pohon di dekat mereka.
Setelah diperiksa, ketiganya dinyatakan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Dua orang dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, sedangkan satu orang memilih pulang sendiri.
7月31日,山西五台山景區雷電暴雨,有多名遊客被閃雷擊中倒地。 pic.twitter.com/LcQ9ENywuw
— 甜甜 (@tiantian108) August 1, 2026Pada 31 Juli sore, staf Komite Pengelola Kawasan Wisata Gunung Wutai mengatakan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Saat para korban dibawa ke rumah sakit, tanda-tanda vital mereka stabil dan tidak ditemukan luka luar yang jelas. Jumlah pasti korban masih belum diketahui, dan pihak berwenang akan mengeluarkan laporan resmi setelah penyelidikan selesai.
Pada 31 Juli pukul 13.00, Pusat Layanan Wisata Gunung Wutai mengeluarkan pengumuman bahwa mulai 31 Juli hingga 7 Agustus akan terjadi hujan lebat di seluruh kawasan. Oleh karena itu, aktivitas pendakian menuju puncak-puncak Gunung Wutai untuk sementara dilarang.
Menanggapi kabar bahwa seluruh gunung ditutup, petugas menjelaskan bahwa hanya area puncak yang ditutup, sedangkan kawasan wisata Gunung Wutai secara umum tetap dibuka untuk pengunjung.
Seorang warganet yang mengaku mengalami kejadian tersebut mengatakan kepada China News Weekly bahwa ia bersama beberapa temannya datang dari luar daerah untuk mendaki. Saat hujan semakin deras dan mereka sedang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan pendakian, tiba-tiba mereka bersama beberapa pendaki lain tersambar petir hingga terjatuh.
“Rasanya seperti terkena kilatan granat kejut. Pandangan tiba-tiba putih, lalu saya langsung jatuh.”
Ia mengatakan bahwa dirinya tetap sadar setelah kejadian. Awalnya ia mengira tidak mengalami apa-apa dan bahkan masih ingin melanjutkan pendakian. Namun setelah berdiri, seluruh tubuhnya terasa kesemutan.
“Mungkin tongkat pendakian saya menghantarkan listrik.”
Seorang warga desa bernama Chen yang ikut dalam proses penyelamatan mengatakan bahwa sekitar pukul 11.00 siang ia sedang berjualan di kaki Gunung Wutai bagian selatan ketika beberapa pendaki berlari turun meminta pertolongan sambil mengatakan ada beberapa orang tersambar petir.
Setelah naik ke lokasi kejadian, ia menemukan tiga orang terbaring di tanah. Mereka masih bisa bergerak dan tetap sadar, tetapi tampak sangat ketakutan dengan wajah pucat.
“Seluruh tubuh terasa tidak nyaman, bahkan sulit berbicara dengan jelas,” kata mereka.
Chen juga melihat ada pohon poplar di dekat para korban. Ia menduga mereka sedang berteduh atau beristirahat di bawah pohon ketika petir menyambar pohon tersebut sehingga arus listrik mengalir ke tubuh mereka.
“Saya bertanya apa yang terjadi, tetapi mereka sendiri tidak bisa menjelaskannya. Hanya satu orang yang mengatakan rasanya seperti bermimpi, lalu ketika sadar seluruh tubuhnya sudah basah kuyup.”
Seorang pengguna internet lainnya menulis bahwa pada 31 Juli terjadi hujan badai disertai petir hebat di Puncak Utara Gunung Wutai.
“Petir menyambar terus-menerus. Air banjir mengalir deras melewati kaki kami. Jangankan menangis, berhenti berjalan pun kami tidak berani karena takut mengalami hipotermia. Belasan kilometer perjalanan turun gunung terasa seperti mimpi buruk. Selain kelelahan fisik, tekanan mental juga sangat berat. Tidak ada pos perbekalan di tengah jalan, makanan yang dibawa sudah habis, hujan deras membuat energi terkuras habis.”
Sejumlah video juga menunjukkan bahwa meskipun hujan deras dan petir melanda kawasan tersebut, masih banyak orang yang tetap mendaki gunung. Bahkan di beberapa jalur terjadi tanah longsor dan aliran lumpur.
Berbagai komentar dari warganet Tiongkok antara lain:
- “Ada orang yang tersambar petir.”
- “Salah satu korban sampai kejang-kejang.”
- “Benar, kejadiannya di Puncak Selatan. Saat saya menuju Puncak Utara terdengar satu sambaran petir yang sangat keras.”
- “Kilatan petir itu menyambar tepat di depan kami, kami langsung memutuskan turun gunung.”
- “Membayangkannya saja sudah membuat merinding.”
- “Gunung Wutai dilanda hujan lebat, hujan es, petir dahsyat, dan tanah longsor.”
- “Hujan di Gunung Wutai bisa membuat orang merasa ketakutan hanya dalam waktu tiga menit.”
Ada yang mengingatkan : “Musim semi jangan masuk gua, musim panas jangan masuk lembah, musim gugur jangan mendekati tebing, musim dingin jangan mendaki puncak. Semuanya sangat berbahaya.”
“Saat cuaca disertai petir, sebaiknya jangan pergi ke pegunungan. Kita harus menghormati kekuatan alam.”
“Sejujurnya, dalam cuaca seperti ini sebaiknya jangan memaksakan diri. Kalau sampai terjadi sesuatu, penyesalan tidak akan ada gunanya. Hormatilah alam.”
Warganet lainnya menambahkan : “Ini benar-benar mempertaruhkan nyawa. Kalau banjir bandang lebih besar sedikit saja, semuanya bisa hanyut. Tidak memahami bahaya alam hanya akan berujung tragedi. Kali ini mungkin selamat, tetapi apakah lain kali masih bisa lolos?”
“Ini bukan lagi mendaki gunung, melainkan mempertaruhkan nyawa. Kita harus belajar menghormati alam.”
Disusun oleh reporter Li Enzhen. Editor penanggung jawab: Xia He





