Usai Disorot Pramono, Pagar Tinggi Mal Kota Kasablanka Akhirnya Dibongkar

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pagar tinggi yang sempat terpasang di sekitar Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, akhirnya resmi dibongkar. Pembongkaran dilakukan hanya beberapa hari setelah keberadaan pagar tersebut menjadi sorotan publik.

Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan pagar itu dicopot karena pemasangannya merupakan kebijakan manajemen lokal. Ia menegaskan keputusan tersebut tidak berasal dari pemegang saham maupun kantor pusat perusahaan.

"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," kata Alexander Tedja dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (2/8/2026).

Pagar tersebut diketahui mulai dipasang pada Rabu (29/7/2026). Bentuknya memanjang sekitar 100 meter dari pintu masuk utama kendaraan hingga akses keluar menuju Jalan Raya Casablanca.

Pantauan pada Minggu (2/8/2026) menunjukkan pagar sudah tidak lagi berdiri di lokasi. Meski begitu, bekas fondasi tiang pagar masih terlihat di sepanjang area yang sebelumnya dipasangi pembatas tersebut.

Keberadaan pagar tinggi itu sebelumnya memicu perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, pemasangan pagar yang berlebihan justru menimbulkan kesan seolah-olah kondisi keamanan Jakarta sedang tidak baik.

Pramono menilai aspek keamanan tetap penting. Namun, menurutnya, perlindungan kawasan tidak harus diwujudkan dengan pagar yang menjulang tinggi.

"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Respons Isu Pagar Tinggi di Sejumlah Mal, Polisi Pastikan Jakarta Aman

Pramono juga mengungkapkan visinya agar Jakarta menjadi kota yang lebih terbuka dan hijau. Ia berharap ruang-ruang publik tidak lagi didominasi pagar tinggi yang dinilai mengurangi kenyamanan serta estetika kawasan.

"Bahkan saya berpikir pagarnya itu nggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
YouTube Kena Tegur Pemerintah RI gegara Bigmo
• 5 jam lalukompas.com
thumb
122 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Tiba di Darat, 5 Orang Wafat
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Truk Diduga Rem Blong, 5 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Jalur Bukittinggi–Medan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Peristiwa 3 Agustus: Berakhirnya Perang Padri hingga Petinggi PLO Dibunuh Agen Mossad di Paris
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Wisatawan di Pantai Lombok Tewas Terjatuh saat Selfie di Tebing
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.