Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Madura menyisakan trauma mendalam bagi para penumpang. Sejumlah korban selamat menceritakan detik-detik mencekam saat api dengan cepat melahap badan kapal, memaksa mereka menyelamatkan diri dengan terjun ke laut.
Kejadian nahas ini dilaporkan terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026 pagi hari, saat sebagian penumpang masih tertidur lelap atau baru saja menyelesaikan sarapan.
Bambang, salah satu penumpang yang selamat, menuturkan bahwa kebakaran berlangsung sangat cepat. Kepanikan bermula ketika kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dari dek bagian bawah kapal.
"Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba ada asap dari bawah. Pas (mau) turun ke bawah juga asap sudah penuh, enggak ada yang berani. Langsung menuju pelampung yang dibagikan," ungkap Bambang dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 3 Agustus 2026.
Baca Juga :
Update Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2: 5 Tewas, 225 Selamat, 41 Masih DicariBambang menambahkan, seluruh penumpang terpaksa menumpuk di bagian depan (haluan) kapal. Hal ini lantaran kobaran api telah membesar dan menyebar luas dari bagian tengah hingga ke buritan kapal.
"Ke depan semua, memang api sudah ke mana-mana waktu itu. Dari tengah itu ke belakang apinya, jadi otomatis numpuk ke depan semuanya," tuturnya.
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Ahmad, penumpang selamat lainnya. Ia mengaku baru saja bangun tidur dan berada di dalam kamar usai menyantap makan pagi ketika kabar kebakaran mulai terdengar.
Beruntung, di tengah situasi kritis tersebut, petugas kapal segera mengarahkan para penumpang dan membagikan jaket pelampung. Namun, evakuasi tidak langsung dilakukan ke laut bebas demi meminimalisasi risiko.
"Ada petugas yang mengarahkan. Semuanya dapat pelampung. Cuma kan kita menunggu kapal yang mendekat dulu, baru kita disuruh loncat," tutur Ahmad.
Hingga Senin dini hari, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 penumpang. Mereka terdiri atas 229 orang selamat dan lima orang meninggal dunia, berdasarkan hasil konfirmasi terhadap seluruh kapal yang terlibat dalam operasi.




