JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, dosen Hubungan Internasional Tia Mariatul Kibtiah dari BINUS University dan pengamat Timur Tengah Faisal Aseggaf membahas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan rencana serangan besar ke Iran.
Keduanya menilai langkah tersebut bukan semata strategi politik, melainkan dipengaruhi tekanan diplomatik negara-negara Teluk yang khawatir konflik akan meluas dan mengganggu stabilitas keamanan serta ekonomi kawasan.
Baca Juga: Beberkan KUHAP! Refly Harun Ungkap Praperadilan Keempat Roy hingga Singgung Sidang Dokter Tifa
Kedua narasumber juga menilai konflik Iran–Amerika Serikat belum akan berakhir dalam waktu dekat. Menurut mereka, negosiasi tetap menjadi jalan terbaik, namun peluang tercapainya perdamaian permanen masih kecil selama akar persoalan geopolitik di Timur Tengah belum terselesaikan.
Mereka mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi berdampak pada pasokan energi dunia, harga minyak, dan stabilitas ekonomi global.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- kompas pagi
- geopolitik
- as-israel vs iran





