JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan penutupan akses putar balik (U-turn) di depan SPBU Pertamina di Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, karena dinilai membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih boros.
Pasalnya, mereka harus memutar lebih jauh saat mengantar penumpang menuju Stasiun Depok.
Penutupan U-turn tersebut diberlakukan pada jam sibuk, yakni pukul 06.00-08.00 WIB dan 17.00-20.00 WIB.
Baca juga: Daftar Titik Putaran Balik Jalan Kartini Depok yang Ditutup dan Jalur Alternatifnya
Salah seorang pengemudi ojol, Rahman, mengatakan rekayasa lalu lintas itu justru menambah biaya operasional karena pengendara harus mencari titik putar balik lain yang jaraknya lebih jauh.
"Tarikan enggak dapst, buang-buang bensin karena muternya jauh," ujar Rahman kepada Kompas.com, Senin.
Rahman berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap pengemudi ojol yang setiap hari bergantung pada efisiensi waktu dan penggunaan bahan bakar.
Menurut dia, akses putar balik di depan SPBU Pertamina Kartini sebaiknya tidak ditutup sepenuhnya.
"Kalau enggak, akses motor aja dibuka buat ojol biar lebih cepat buat =ambil penumpang, biar muternya enggak jauh," ucapnya.
Baca juga: Uji Coba Tutup U-Turn Jalan Kartini Depok Dimulai Hari Ini, Pengendara Keluhkan Macet
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Maulana.
Ia menjelaskan, U-turn tersebut selama ini menjadi jalur favorit pengendara yang hendak menuju Stasiun Depok.
Di samping SPBU Pertamina terdapat gang kecil yang tembus ke kawasan stasiun sehingga perjalanan menjadi lebih singkat.
Namun, sejak akses putar balik ditutup, pengendara harus memutar hingga kawasan Grand Depok City (GDC) sehingga jarak tempuh bertambah.
"Harusnya kan kalau yang dari sana bisa langsung masuk ke POM. Samping POM ada gang. Itu bisa buat yang turunin ke stasiun. Jadi muternya bisa jauh banget, ke bawah (arah GDC)," ungkap Maulana.
Baca juga: U-turn Jalan Kartini Depok Ditutup, Ojol: Bukan Lancar, Malah Tambah Macet
Sementara itu, Cecep, pengemudi ojol yang rutin memanfaatkan U-turn tersebut setelah mengantar penumpang, juga mengaku terdampak.
Menurut dia, penutupan akses putar balik membuat perjalanan kembali ke arah Depok menjadi lebih lama karena harus memutar hingga lampu merah di Jalan Pemuda atau kawasan dekat GDC.