Askrindo Cetak Laba Setelah Pajak Rp1,69 Triliun di 2025

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), mencatatkan kinerja keuangan konsolidasi yang kian menguat sepanjang 2025. Askrindo membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,69 triliun yang mencerminkan konsistensi kinerja bisnis Askrindo terus berada dalam tren positif.

Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional. Hal ini sekaligus didukung oleh strategi bisnis yang adaptif serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri.

Direktur Utama PT Askrindo M. Fankar Umran menyampaikan, keberhasilan ini merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan dan penerapan strategi bisnis yang prudent serta berfokus pada kualitas portofolio. Askrindo berfokus pada tiga pilar bisnis utama, yaitu memperkuat UMKM, mendukung keberhasilan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas perlindungan asuransi mikro.

"Capaian positif sepanjang tahun 2025 ini mempertegas komitmen Askrindo untuk terus tumbuh secara sehat dan berkualitas. Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia," jelas Fankar dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.

Dari sisi performa bisnis, Askrindo mencatat pertumbuhan solid dengan aset perusahaan menembus angka Rp31 triliun. Penguatan ini didorong oleh strategi portofolio yang berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Baca Juga :

IFG Life Perkuat Pembiayaan Rumah lewat Asuransi Jiwa Kredit


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Penguatan tata kelola perusahaan Pencapaian finansial ini didukung penguatan tata kelola yang signifikan. Askrindo telah memperkuat Governance, Risk & Compliance melalui penurunan profil risiko dan implementasi risk awareness yang lebih disiplin di seluruh organisasi. Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global.

Opini audit Wajar Tanpa Modifikasian dari RSM Indonesia (per 19 Juni 2026) memperkokoh posisi Askrindo sebagai perusahaan asuransi yang kredibel dan profesional dalam mengelola risiko secara terstruktur dan sistematis.

Saat ini, Askrindo terus berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui mitigasi risiko yang disiplin serta peningkatan kolaborasi dengan mitra perbankan dan instansi terkait. Askrindo juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mempercepat layanan dan meningkatkan akurasi penilaian risiko (prudent underwriting).

Ia mengatakan, Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment yang tegas, karena disiplin dan akuntabilitas adalah syarat mutlak pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. 

"Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," kata Fankar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Penumpang Selamatkan Diri saat Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pengadilan Jerman: Membandingkan Israel dengan Rezim Nazi Bukan Tindak Pidana
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Lengkap Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Vs Persija, Persebaya Vs Arema FC
• 5 jam lalubola.com
thumb
Timnas Indonesia Diminta Waspadai Trio Naturalisasi Vietnam di Piala AFF 2026: Bisa Jadi Pembeda
• 6 jam lalubola.com
thumb
[FULL] Pakar HI Teuku Rezasyah Analisis Alasan Trump Batalkan Serangan ke Iran | KOMPAS MALAM
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.