Nilai Ekspor RI Capai USD140,81 Miliar di Januari-Juni 2026, Naik 4,13 Persen

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai USD140,81 miliar.

Nilai Ekspor RI Capai USD140,81 Miliar di Januari-Juni 2026, Naik 4,13 Persen. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai USD140,81 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, nilai ekspor Juni 2026 tersebut naik 4,13 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy).

Baca Juga:
Inflasi Tahunan Juli 2026 2,88 Persen, Ini Penyumbang Utamanya

"Untuk ekspor, sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026, total ekspor mencapai USD140,81 miliar atau naik sebesar 4,13 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu," ujarnya dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Untuk nilai ekspor migas tercatat USD6,23 miliar atau turun sebesar 10,19 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 4,90 persen senilai USD134,58 miliar.

Baca Juga:
BPS Catat Indonesia Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

"Peningkatan ekspor non-migas tersebut terutama pada nikel dan barang dari padanya atau HS75, lemak dan minyak hewan atau nabati HS15, dan juga bahan bakar mineral atau HS72," kata Ateng.

Menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan meningkat 7,37 persen. Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari sampai dengan Juni 2026 dengan andilnya 6,18 persen.

Baca Juga:
BPS Studi Banding ke China, Adopsi Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi

Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar tersebut terutama yaitu pada produk olahan nikel, kemudian pada minyak kelapa sawit, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, serta juga dari aluminium.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utamanya, nilai ekspor non-migas ke China tercatat sebesar USD34,56 miliar atau naik sebesar 18,10 persen jika dibandingkan pada kondisi Januari sampai dengan Juni 2025.

Kenaikan ekspor non-migas ke China utamanya pada nikel dan barang daripadanya atau HS75, lemak dan minyak hewani atau nabati atau HS15, dan juga bahan bakar mineral atau HS27.

Kemudian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan prioritas yang sama tahun yang lalu, maka pada Januari sampai dengan Juni 2026, ekspor non-migas ke lima negara atau kawasan tujuan utamanya mengalami peningkatan. Namun, pada negara atau kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.

Untuk ekspor hanya pada Juni 2026, nilai ekspor mencapai USD25,46 miliar atau naik sebesar 8,84 persen dibandingkan dengan Juni tahun 2025..

Sedangkan untuk ekspor migas tercatat USD1,07 miliar atau turun 4,25 persen. Untuk ekspor non migas naik 9,46 persen dengan nilai USD24,39 miliar secara yoy.

“Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas yaitu pada beberapa komoditas. Pertama, bahan bakal mineral atau HS27 nilainya naik 49,67 persen. Demikian juga untuk volumenya, naik 15,34 persen,” ujar dia.

Kemudian yang kedua, nikel dan barang daripadanya atau HS75 nilainya naik 69,30 persen. Sedangkan volumenya justru mengalami penurunan sebesar 12,14 persen.

Untuk lemak dan minyak hewani nabati atau HS15 nilainya naik sebesar 10,45 persen sedangkan volumenya turun sebesar 7,09 persen.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dosa-dosa Doan Van Hau saat Hadapi Timnas Indonesia: Bikin Cedera Evan Dimas hingga Berseteru dengan Marc Klok
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Menyumbang 30 Persen Emisi, Produsen Otomotif Dinilai Perlu Serius Garap Pasar Truk Listrik
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
GIIAS 2026 Sajikan Kontras Otomotif Lintas Era, dari Mobil Pertama Dunia hingga Mobil Terbang
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Timnas Voli Putri Indonesia vs Filipina di SEA V Cup 2026: Srikandi Merah Putih Menang 3-1
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Agung Podomoro Land (APLN) Raup Laba Bersih Rp185 Miliar di Semester I-2026
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.