Pantau - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat kolaborasi dalam penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL) sebagai persiapan penerapan kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun depan.
Penanganan ODOL Dimulai dari Hulu hingga HilirKolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo dan Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono beserta jajaran di Gedung NTMC Polri, Jakarta, pada Senin (3/8).
Irjen Pol. Wibowo menegaskan penanganan kendaraan ODOL tidak cukup hanya melalui penegakan hukum di lapangan, tetapi juga memerlukan penyelesaian dari sektor hulu dengan melibatkan pelaku usaha dan perusahaan transportasi.
Ia mengungkapkan, "Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan."
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar penerapan kebijakan Zero ODOL tetap memperhatikan keseimbangan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Pengawasan Diperkuat dengan Teknologi DigitalJasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang melalui penambahan fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari dua menjadi delapan titik yang terintegrasi dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk mendeteksi berat serta dimensi kendaraan secara real-time.
Data hasil pemantauan akan disinkronkan langsung ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan integrasi pengawasan juga dilakukan melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).
Ia mengungkapkan, "Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor."
Ia mengatakan, "Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol."




