Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan layanan publik digitalisasi data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sangat penting.
Data tersebut jadi fondasi utama dalam pembangunan sistem pemerintahan digital atau E-Government di Indonesia.
Advertisement
Tito mengatakan, transformasi layanan publik berbasis digital tidak akan berjalan optimal tanpa didukung data kependudukan yang akurat dan selalu diperbarui. Data milik Dukcapil jadi satu-satunya basis data yang mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia dan diperbarui secara real time.
"Data yang terlengkap dan ter-update tiap hari, tiap menit, tiap detik itu adalah data Dukcapil. Oleh karena itulah, Dukcapil menjadi bagian penting dari sistem pemerintahan digital yang sedang dibangun," ujar Tito saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Dia menjelaskan, pemerintah saat ini sedang fokus mempercepat pembangunan Electronic Government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, pemerintah juga menyuapkan implementasi Satu Data Indonesia sebagai basis integrasi data lintas kementerian dan lembaga.
Menurut Tito, kedua program tersebut akan menggunakan data kependudukan Dukcapil sebagai dasar utama karena memiliki cakupan paling lengkap dan diperbarui secara terus-menerus.
Saat ini, kata dia, data Dukcapil telah mencakup sekitar 290 juta penduduk Indonesia atau mendekati 99 persen populasi. Data itu tidak hanya memuat identitas dasar, tetapi juga dilengkapi biometrik berupa face recognition, sidik jari, hingga iris mata yang dihimpun secara real time dari seluruh kantor Dukcapil kabupaten dan kota.
"Data ini bergerak setiap detik. Ada yang lahir, meninggal dunia, menikah, pindah domisili, semuanya langsung masuk ke server Dukcapil," jelasnya.




