Agar Anak Mandiri, Yuk Biasakan Aktivitas Sederhana Pagi Ini

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kemandirian anak tidak terbentuk dalam satu hari. Kemampuan tersebut tumbuh dari berbagai kesempatan kecil yang diberikan orang tua agar ia dapat mencoba, menghadapi kesulitan, hingga menyelesaikan sesuatu dengan kemampuannya sendiri.

Salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk melatih kemandirian adalah rutinitas pagi. Ya Moms, aktivitas seperti menyisir rambut, mengancingkan baju, hingga mengikat tali sepatu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak, kegiatan tersebut dalam mendukung tumbuh kembangnya karena dapat melatih konsentrasi, koordinasi gerak, kesabaran, dan kemampuan mengikuti tahapan.

Ketika mencoba menyisir rambut sendiri, misalnya, anak belajar mengenali bagian tubuhnya sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian. Sementara itu, gerakan memasukkan kancing ke dalam lubangnya atau menyilangkan tali sepatu membutuhkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus yang terus berkembang seiring bertambahnya usia.

Tak hanya melatih kemampuan fisik, keberhasilan menyelesaikan tugas sederhana juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Anak akan merasa bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu tanpa selalu bergantung pada bantuan orang dewasa.

Hal inilah yang diperkenalkan dalam Brand Playtime “Misi Pagi Hari” bersama Cussons Kids di kumparanMOM Festival Hari Anak 2026, Minggu (26/7). Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak mencoba sejumlah aktivitas yang biasa dilakukan sebelum memulai hari, mulai dari menyisir rambut, mengancingkan baju, hingga mengikat tali sepatu.

Setiap misi disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Mereka tidak dituntut langsung berhasil, tetapi diberikan kesempatan untuk mengamati, mencoba, dan mengulang gerakan secara perlahan. Dengan cara ini, proses belajar terasa seperti permainan yang menyenangkan, bukan tugas yang membebani.

Ya Moms, memberikan kesempatan anak melakukan aktivitas perawatan diri merupakan bagian penting dalam proses belajar mandiri. Saat anak menyisir rambutnya sendiri, ia mulai memahami bahwa menjaga kerapian merupakan tanggung jawab terhadap dirinya. Begitu pula ketika anak belajar mengenakan pakaian dan sepatu, ia sedang membangun keterampilan yang kelak dibutuhkan saat bersiap ke sekolah maupun menjalani kegiatan lain tanpa terus-menerus dibantu.

Meski demikian, prosesnya tentu tidak selalu berjalan mulus. Anak mungkin salah memasukkan kancing, merasa kesulitan menggerakkan jari, atau kehilangan kesabaran ketika tali sepatu tidak kunjung terikat. Pada momen seperti inilah peran orang tua dibutuhkan, bukan untuk langsung mengambil alih, tetapi untuk memberikan arahan dan bantuan secukupnya.

Setelah menyelesaikan berbagai misi pagi, anak-anak diajak bermain gelembung bersama. Aktivitas tersebut menjadi penutup yang menyenangkan setelah mereka belajar berkonsentrasi dan mencoba melakukan berbagai hal secara mandiri.

Maryam (34), salah satu orang tua yang hadir, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Menurutnya, aktivitas yang dekat dengan keseharian membuat anak lebih mudah memahami keterampilan yang sedang diperkenalkan.

“Sudah dua kali ikut kumparanMOM Festival Hari Anak. Acaranya selalu menarik dan penuh edukasi. Sekarang anak diajak belajar menyisir rambut, mengancingkan baju, dan mengikat tali sepatu,” ujar Maryam.

Terus Latih Kemandirian Anak di Rumah

Meski kumparanMOM Festival Hari Anak berakhir, Anda tetap dapat mengenalkan Misi Pagi Hari ini di rumah, Moms. Mulailah dari aktivitas yang paling mudah dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Orang tua dapat memperagakan caranya terlebih dahulu, kemudian membagi aktivitas tersebut menjadi beberapa langkah sederhana agar lebih mudah diikuti.

Misalnya, ketika anak belajar mengancingkan baju, ajak ia memegang kancing dan menemukan lubangnya sebelum mencoba memasukkannya. Saat belajar mengikat tali sepatu, anak dapat diperkenalkan terlebih dahulu pada gerakan menarik dan menyilangkan tali sebelum belajar membuat simpul secara utuh.

Sebaiknya, sediakan waktu lebih pada pagi hari agar anak tidak merasa terburu-buru. Ketika waktu terlalu sempit, Anda mungkin tergoda untuk segera mengambil alih agar aktivitas lebih cepat selesai. Padahal, anak membutuhkan waktu untuk memproses instruksi, mengoordinasikan gerakan, dan memperbaiki kesalahannya sendiri.

Berikan pula apresiasi pada proses yang dilakukan anak, bukan hanya pada hasil akhirnya. Kalimat sederhana seperti, “Tadi kamu sudah mencoba mengancingkan bajumu sendiri?,” dapat membantu anak merasa bahwa usahanya dihargai, meskipun hasilnya belum sempurna.

Apabila dilakukan secara konsisten, rutinitas pagi tidak hanya membantu anak tampil lebih rapi. Kebiasaan tersebut juga mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kemampuan menyelesaikan tugas, serta kepercayaan terhadap kemampuan dirinya sendiri.

Melalui Misi Pagi Hari, Cussons Kids turut mengajak keluarga menjadikan aktivitas merawat diri sebagai bagian dari proses belajar anak sehari-hari. Sebab, dari kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali, anak perlahan belajar berkata, “Aku bisa melakukannya sendiri.”

Selamat mencoba, Moms!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mazda Perbarui SUV Andalan CX-5, Hadir dengan Kabin Lapang dan Fitur Lebih Modern
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tepis Depresiasi Mobil Listrik, Polytron Tawarkan Sewa Baterai dan Buyback
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Peruntungan Leo di Sepanjang Agustus 2026
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Alarm Kebakaran Sempat Berbunyi di Stasiun LRT Ciracas, Ini Kata KAI
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Rizky Ridho Beberkan Cara Timnas Indonesia Redam Provokasi Vietnam
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.