Dua Rumah Sakit Pastikan Pasien yang Klaim JKK Fiktif, Rekam Medis hingga Tanda Tangan Palsu

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua rumah sakit, yakni GMC Medical Center dan Eka Hospital Permata Hijau, memastikan puluhan nama yang tercantum dalam dokumen klaim Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mereka.

Fakta itu terungkap dalam sidang dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Lina Asmahan Abdullah, perwakilan GMC Medical Center, mengatakan pihaknya mengecek seluruh data setelah menerima surat klarifikasi dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami ngecek di rekam medis kami tidak ada satu pun yang terdaftar di rumah sakit kami. Itu pasiennya fiktif semua," kata Lina, dalam persidangan.

Baca juga: Kasus Klaim BPJS Fiktif, Karyawan Pinjamkan KTP hingga Kartu ATM demi Imbalan

"Nama-nama itu enggak ada. Enggak pernah masuk ke tempat kami. Jadi kami enggak tahu-menahu. Rekam medis nomornya ada tapi nama pasien berbeda," lanjut Lina.

Lina menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan mengirim surat kepada rumah sakit untuk memastikan apakah nama-nama yang tercantum dalam dokumen klaim benar pernah dirawat.

"Mereka menanyakan apakah pasien-pasien ini benar pasien rumah sakit GMC. Kami jawab bukan dan itu kita jawabin satu satu perinci. Mereka maunya dirinci, kita perinci semuanya," kata dia.

Menurut Lina, sekitar 11 nama dipertanyakan oleh BPJS.

Seluruhnya dipastikan tidak pernah menjadi pasien GMC Medical Center.

Tak hanya itu, Lina juga mengungkapkan dokumen yang diperlihatkan kepada rumah sakit diduga dipalsukan.

"Tanda tangan semua palsu," ucap Lina.

Baca juga: Saksi Bongkar Modus Korupsi Klaim Fiktif BPJS, Negara Rugi Rp 24,5 Miliar

Keterangan senada disampaikan Kepala Divisi Akuntansi dan Keuangan Eka Hospital Permata Hijau, Gabriel.

Dia mengatakan rumah sakitnya juga menerima permintaan klarifikasi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait sejumlah nama yang diduga pernah menjalani perawatan.

"Nama-nama tersebut dengan nominal yang tercantum di billing tersebut tidak ditemukan di dalam sistem informasi rumah sakit kami," kata Gabriel.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gabriel menyebut terdapat 14 nama yang diminta untuk diklarifikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profesor Asal Unhas Bongkar Lima Alasan Hukum, Tegaskan Kasus Taufik Hidayat Bukan Kriminalisasi
• 4 jam laluharianfajar
thumb
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Hari Ini, Suhu Maksimal 33 Derajat Celsius
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kontes Mekanik Auto2000, Ajang Pastikan Layanan Purna Jual yang Presisi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkes Gaza Catat 152 Korban Tewas Sepanjang Juli 2026, Tertinggi Tahun Ini
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hamas Tuduh Israel Sengaja Ingin Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.