Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan mencatatkan rekor suhu udara tertinggi sepanjang sejarah pengamatan cuaca modern sejak 1904. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan darurat dan mendesak masyarakat untuk segera menghentikan seluruh bentuk aktivitas di luar ruangan (outdoor).
Mengutip laporan The Guardian, Senin (3/8/2026), Kota Yangsan di wilayah tenggara menjadi pusat gelombang panas ekstrem setelah suhunya menyengat hingga 42,5 derajat Celcius pada Minggu sore. Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) mengonfirmasi bahwa angka tersebut menjadi suhu tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu abad.
Kota Yangsan telah mengalami suhu di atas 40 derajat Celcius selama lima hari berturut-turut, sementara kota-kota besar lainnya seperti Daegu dan Busan turut mencatatkan suhu mendekati 40 derajat Celcius. Kota Gyeongju yang berjarak 240 kilometer di tenggara Seoul juga mencatatkan rekor suhu tertinggi dalam delapan tahun terakhir dengan angka 40,3 derajat Celcius.
Gelombang panas tak hanya melanda wilayah selatan, North Korea atau Korea Utara juga dilaporkan mengalami cuaca ekstrem dengan suhu menyentuh 40 derajat Celcius di beberapa wilayah. Warga ibu kota Pyongyang bahkan harus bertahan melalui fenomena malam tropis di mana suhu udara tidak pernah turun di bawah 25 derajat Celcius selama sepekan terakhir.
Lebih dari 20 kawasan di Korea Selatan telah ditetapkan dalam status peringatan darurat gelombang panas. KMA memperingatkan bahwa berada di dalam ruangan tanpa fasilitas pendingin udara (air conditioner/AC) sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa, sehingga warga diimbau segera mengungsi area teduh.
Menanggapi ancaman keselamatan warga terutamanya kelompok rentan, Perdana Menteri Korea Selatan Han Seong-sook memerintahkan pejabat daerah untuk memperketat pemeriksaan keselamatan warga. Pemerintah pusat juga menginstruksikan pemantauan ketat guna memastikan stabilitas pasokan listrik dan air bersih tetap terjaga di tengah lonjakan konsumsi.
Hawa panas ekstrem diperkirakan kian bergeser ke area pedalaman akibat dorongan angin timur, di mana suhu ibu kota Seoul diproyeksikan menyentuh 37 derajat Celcius. KMA juga memperingatkan bahwa suhu di wilayah Jeolla Selatan dan Gyeongsang Selatan berpotensi menembus 39 derajat Celcius, yang mengancam nyawa masyarakat.
Para pejabat meteorologi kini tengah memantau pergerakan Topan Dolphin yang bergerak menuju pesisir tenggara China di selatan Semenanjung Korea. Jalur pergerakan topan tersebut akan menentukan durasi gelombang panas; jika bergeser ke China timur, kelembapan akan meningkat dan memperparah gelombang panas, namun jika mendekat ke selatan peninsula, topan akan membawa angin kencang, awan, serta hujan yang meredakan suhu secara sementara.
Dampak cuaca panas ekstrem ini turut melumpuhkan liga bisbol profesional Korea Selatan (Korea Baseball Organization/KBO) yang terpaksa membatalkan pertandingan di Kota Changwon setelah suhu mencapai 39,5 derajat Celcius. Keputusan pembatalan laga dua kali berturut-turut ini diambil demi memprioritaskan kesehatan para pemain dan penonton.
Data KMA menunjukkan bahwa rata-rata tahunan jumlah hari gelombang panas di Korea Selatan telah melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari dalam lima tahun terakhir. Para ilmuwan memperingatkan bahwa intensitas cuaca ekstrem ini makin sering terjadi akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia, diperparah oleh kembalinya fenomena iklim alami El Niño tahun ini.
(tps/luc)




