Bahlil: Pertamax Ikuti Harga Minyak Dunia, BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bahlil menegaskan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Bahlil: Pertamax Ikuti Harga Minyak Dunia, BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, merupakan konsekuensi dari turunnya harga minyak dunia.

Menanggapi penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026, Bahlil menegaskan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Baca Juga:
Pertamax Kini Rp15.950 per Liter, Harga BBM Non-Subsidi Turun

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang nonsubsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP," ujar Bahlil kepada awak media usai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga akan mengalami penyesuaian.

Baca Juga:
Masyarakat Berebut Pertalite, Kementerian ESDM Atur Alur Distribusi BBM Subsidi

"Kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik, dan sekarang kan lagi turun, dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan," katanya.

Seperti diketahui, mulai 1 Agustus 2026, terdapat penyesuaian harga tiga jenis BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax (RON 92) menjadi Rp15.950 per liter.

Baca Juga:
Purbaya Tegaskan Tak Ada Kenaikan Kuota BBM Subsidi

Saat ditanya mengenai kemungkinan harga BBM nonsubsidi kembali naik di tengah dinamika geopolitik global, Bahlil mengatakan hal itu bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.

"Ya tergantung kondisi geopolitik dunia," ucapnya.

Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi yang digunakan mayoritas masyarakat.

"Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting. Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen," kata dia.

Ia menambahkan, BBM nonsubsidi umumnya digunakan oleh kelompok masyarakat yang mampu, sedangkan pemerintah tetap bertanggung jawab menjaga keterjangkauan BBM bersubsidi.

"Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu lho. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi," tuturnya.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan kedatangannya ke Istana untuk berkonsultasi mengenai pekerjaan rutin di sektor ESDM.

"Datang mau apa melapor kepada Presiden untuk melakukan konsultasi terhadap pekerjaan-pekerjaan rutin di ESDM," kata Bahlil.

Ia menjelaskan, pembahasan dengan Presiden antara lain terkait sektor energi dan kelistrikan. "Ya menyangkut energi, ya menyangkut dengan listrik juga," ujarnya. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sarwendah Beberkan Penyebab Pertengkarannya dengan Ruben Onsu
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
5 Cara Beli USD untuk Investasi, Pemula Juga Bisa!
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
24.000 Mangrove Ditanam Serentak, Jakarta Perkuat Benteng Pesisir dari Ancaman Rob
• 5 jam laludisway.id
thumb
Modal Timnas Indonesia Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Belajar dari Pertemuan Sebelumnya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Selama 7 Bulan, Polrestabes Bandung Sita 176 Ribu Butir Obat Keras Ilegal
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.