Kemacetan Senin Pagi Akibat Proyek di Jalan Moestopo Dikeluhkan, DSDABM Beri Penjelasan

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kemacetan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Moestopo, Surabaya, sejak Senin (3/8/2026) pagi, akibat proyek galian saluran air banyak dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya (SS) melaporkan kepadatan lalu lintas bahkan masih terasa hingga lewat pukul 10.00 WIB. Antrean kendaraan sempat terkunci dan pengguna jalan butuh waktu sekitar 30 menit untuk melewati kawasan tersebut.

“Macet imbas galian pemasangan box culvert Prof Dr. Moestopo sudah padat sejak Jalan Dharmahusada setelah belokan BPJS,” kata Harman salah satu pendengar lewat pesan tertulis.

Selain itu, pendengar juga mengeluhkan tak terlihatnya petugas yang mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan. “Izin melaporkan kondisi perempatan lampu merah di Prof Dr Moestopo jam 08.00 WIB, baik dari 4 arah, terkunci ditengah, tidak ada petugas,” kata Reza pendengar SS lainnya.

Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo Surabaya pada, Senin (3/8/2026) pagi. Foto: Heru via WA SS

Menanggapi hal ini, Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memberikan penjelasannya. Menurutnya, pengerjaan galian harusnya sudah ditutup pada, Minggu (3/8/2026) malam.

Namun, petugas menemukan utilitas berupa saluran gas di lokasi sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai target. “Sebenarnya kan tadi pagi sudah selesai. Cuma kan ini ada gas. Jadi kita terlambat di utilitas,” kata Hidayat saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin siang.

Adapun galian yang dimaksud, berada di ruas seberang SMA Negeri 4 Surabaya menuju arah gereja. Proyek itu berupa pembangunan crossing untuk mengalirkan air dari kawasan gereja menuju RS Husada Utama, untuk kemudian diteruskan ke rumah pompa.

Tapi, karena galian belum tertutup pada jam berangkat kerja, imbasnya arus kendaraan di Jalan Prof. Dr. Moestopo mengalami kepadatan sejak pagi, karena ada penyempitan badan jalan akibat proyek membuat kendaraan bergerak lebih lambat.

Kepala DSDABM juga mengakui galian seharusnya sudah ditutup sehari sebelumnya agar tidak mengganggu lalu lintas pada Senin pagi. Tapi, keberadaan saluran gas itulah yang membuat proses pengerjaan harus dilakukan dengan lebih hati-hati, untuk mencegah kerusakan maupun risiko lainnya.

“Tinggal utilitasnya di sini. Ada gas di situ. Makanya kita harus hati-hati. Tapi teman-teman dari gas juga ada di sini sudah,” jelasnya.

DSDABM menargetkan penanganan utilitas gas dan penutupan galian selesai pada Senin malam. Dengan demikian, jalur dari seberang SMA Negeri 4 menuju arah lampu lalu lintas diharapkan sudah tidak terganggu pada, Selasa (4/8/2026) pagi besok.

“Kalau yang ini kan insyaallah nanti malam sudah kita tutup ini,” ujar Hidayat.

Sementara untuk proyek di sisi berlawanan atau arah menuju PDAM masih berlangsung dan ditargetkan selesai sekitar September 2026.

Sedangkan terkait keluhan tidak terlihatnya petugas ketika kemacetan terjadi, Hidayat memastikan tim DSDABM telah berada di sekitar lokasi sejak pagi dan dengan sistem shift. “Nanti kita mohon maaf ya. Karena sebenarnya kita kan dari pagi tadi, ini semua ada di sini. Sekarang kita Shift-shiftan,” jelasnya. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zikir Kebangsaan di Monas Lancar, PLN Kerahkan Sistem Pengamanan Berlapis
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Travis Scott Grogi Debut Akting di Film The Odyssey Garapan Nolan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPR Soroti Dugaan Pelibatan Anak untuk Promosi Vape, Minta Aparat Bertindak Tegas
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Henri Subiakto: Prabowo Justru Untungkan Pihak yang Menyiapkan Calon Jika Ia Jatuh
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Bangga dengan Timnas Indonesia: Satukan Bangsa Tanpa Memandang Perbedaan
• 48 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.