HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hubungan ekonomi antara India dan Indonesia terus diperkuat berbagai pihak. Tak hanya oleh pemerintah kedua negara, kalangan swasta pun turut terlibat memperkuatnya.
Setelah Presiden Prabowo dan PM India, Sri Narendra Modi berbalas kunjungan, belasan kerja sama disepakati Indonesia dan India. Hubungan tersebut terus dibuat hangat oleh berbagai pihak, tak terkecuali pihak swasta yang turut berupaya supaya hubungan kedua negara tidak mendingin.
GMR, sebuah perusahaan operator bandara dari India misalnya terus menunjukkan keinginannya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Operaror bandara yang telah berinvestasi sejak tahun 2021 ini merupakan operator bandara terkemuka di India dan salah satu yang terbesar di dunia.
“Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN, karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana,” ujar Srinivas Bommidala, Business Chairman, International Arports and Energy GMR di sela inagurasi bandara internasional Bhogapuram, Sabtu, 1 Agustus 2026, melalui siaran pers GMR.
Bommidala menyatakan, meski pihaknya telah berinvestasi di Indonesia dengan menanamkan investasi di Bandara Kualanamu Medan, hal itu dirasa perlu diperluas.
Sebab, menurut Bommidala, Indonesia adalah negara penting bagi India, dan memiliki hubungan sejarah yang kuat selama berabad-abad, bahkan sebelum kedua negara terbentuk.
“Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting,” kata Bommidala.
Bommidala menuturkan, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya telah melakukan aksi korporasi di Filipina, Yunani, termasuk Indonesia.
Dalam lima tahun ini, GMR telah terlibat meningkatkan operasional sejumlah bandara. Teranyar adalah bandara Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram India.
Bandara yang diresmikan oleh Perdana Menteri India, Sri Narendra Modi tersebut diproyeksikan untuk menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
“Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini adalah bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya,” kata SGK Kishore, Direktur Eksekutif dan Kepala Inovasi GMR kepada wartawan.
GMR adalah salah satu perusahaan operator bandara yang ambisius. Portofolionya saat ini adalah pengembangan bandara Internasional Kualanamu di Indonesia melalui skema patungan dengan PT Angkasapura Indonesia. Di Eropa, GMR juga bekerja sama dengan State Yunani dan GEK Terna di Yunani dalam memgembangkan bandara Heraklion di Pulau Kreta. GMR juga melayani konsultasi teknis bandara internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Saat ini, GMR terlibat dalam operasional 9 bandara dengan jumlah penumpang mencapai rata-rata 121 juta penumpang. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu operator bandara terbesar di dunia. (*)





