JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengeklaim, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di 38 provinsi telah selesai dan berjalan lancar tanpa ada dinamika yang berarti.
Bahlil menyebutkan, lancarnya pelaksanaan Musda itu terlihat dari tidak adanya pengambilan keputusan Musda yang diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Dari 38 Musda itu, sesuai dengan keputusan Rapimnas dan kesepakatan Rapimnas, bahwa tidak boleh ada DPD I yang Musdanya ditarik ke DPP. Dan Alhamdulillah, keputusan Rapimnas pun kita lakukan kita selesaikan, tidak ada satupun Musda yang kita tarik ke DPP. Tidak ada," kata Bahlil dalam pembukaan Training of Trainer (ToT) Akademi Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Golkar Nilai Mahalnya Biaya Politik Jadi Akar Korupsi Kepala Daerah
Bahlil memaklumi adanya dinamika yang terjadi selama proses Musda di berbagai daerah.
Menurut dia, dinamika merupakan hal yang lumrah dalam organisasi politik maupun aktivitas sehari-hari.
"Sudah barang tentu ada dinamika. Orang shalat aja ada dinamika, apalagi Musda Partai Golkar. Pasti. Tapi kan tinggal bagaimana kita mensiasatinya," tutur Bahlil.
Di hadapan mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Bahlil juga melaporkan bahwa dirinya aktif hadiri Musda Partai Golkar.
Baca juga: Bahlil Analogikan Kaderisasi Ibarat Pohon Beringin: Kader dari Nol Beda dengan yang dari Orang Lain
"Dari total Musda 38 itu, yang saya tidak hadir kurang lebih paling maksimal 10 Musda. Selebihnya saya datang sendiri. Selebihnya saya datang sendiri. Jadi Sabtu-Minggu, saya menyisihkan waktu itu untuk saya datang," ujar Bahlil.
Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi selama pelaksanaan tidak ada yang tergolong signifikan.
"Musda, Pak Ical, sudah selesai. Dan tidak ada yang terlalu berarti dinamikanya," kata Bahlil menegaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang