IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.234, Tertekan Sentimen Timur Tengah

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Senin (3/8/2026) di zona merah.

Pelemahan indeks dipengaruhi meningkatnya kehati-hatian investor menyusul tensi geopolitik di Timur Tengah yang turut membebani mayoritas bursa saham Asia.

IHSG ditutup turun 1,63 poin atau 0,03 persen ke level 6.234,50. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan justru menguat 2,69 poin atau 0,43 persen menjadi 623,93.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pasar saham kawasan Asia memulai perdagangan bulan ini dengan tekanan akibat perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Mengawali bulan ini, bursa regional Asia bergerak melemah, tampaknya pasar dipengaruhi dari beberapa sentimen perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah, meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran,” ujarnya dilansir dari Antara.

Menurut Nico, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran belum sepenuhnya mampu meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

Investor masih meragukan tercapainya perdamaian permanen karena proses deeskalasi antara kedua negara telah beberapa kali berlangsung tanpa menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan.

Pasar juga mencermati pernyataan Trump terkait tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, setelah ia menolak memberikan jawaban pasti mengenai batas waktu tersebut.

Selain faktor geopolitik, sentimen dari China turut memengaruhi pergerakan pasar. Data survei swasta menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China turun menjadi 50,9 pada Juli 2026 dari 51,7 pada Juni.

Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar 51,5, menandakan aktivitas manufaktur mulai melambat.

Meski demikian, Bank Sentral China (PBOC) kembali menegaskan komitmennya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter yang tetap akomodatif, termasuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit secara seimbang.

Dari dalam negeri, kondisi ekonomi menunjukkan sejumlah sinyal positif. Indeks manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi dengan naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada bulan sebelumnya.

Namun, pasar masih menilai prospek pertumbuhan sektor manufaktur belum sepenuhnya kuat karena masih dibayangi tingginya harga bahan baku, perlambatan ekspor, dan sikap hati-hati pelaku usaha.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Juli 2026. Sementara inflasi tahunan tercatat 2,88 persen (year on year/yoy), lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen dan masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.

BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 450 juta dolar Amerika Serikat pada Juli 2026.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik melemah hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mencatat penguatan. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin dengan kenaikan 1,47 persen, disusul sektor kesehatan sebesar 1,46 persen dan sektor barang baku sebesar 0,42 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi yang turun 1,42 persen, diikuti sektor energi sebesar 0,72 persen dan sektor keuangan sebesar 0,63 persen.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain JKON, MITI, TMPO, KDTN, dan TRUK. Sementara saham dengan pelemahan terdalam meliputi TCPI, NSSS, BUVA, INDY, dan OPMS.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi mencapai 2,31 juta transaksi. Sebanyak 37,64 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp14,31 triliun. Sebanyak 300 saham menguat, 374 saham melemah, dan 289 saham ditutup tidak berubah.

Mayoritas bursa saham Asia juga mengakhiri perdagangan di zona negatif. Indeks Nikkei turun 1,02 persen, Shanghai melemah 0,59 persen, Shenzhen terkoreksi 0,96 persen, Kospi turun 0,48 persen, dan Strait Times melemah 0,50 persen. (ant/saf/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perekam Minta Maaf Usai Rekam dan Buat Konten Usher GIIAS Tanpa Izin
• 7 jam laludetik.com
thumb
Agung Podomoro Land (APLN) Raup Laba Bersih Rp185 Miliar di Semester I-2026
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KA Bandara di Perlintasan Stasiun Taman Kota
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
10 Pohon Depan Lapangan Padel Ditebang, Pemkot Bandung Panggil Pengelola
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Link Live Streaming Gratis Piala AFF 2026 Indonesia Vs Vietnam: Momentum Garuda Mengunci Tiket Semifinal
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.