Nelayan Situbondo Hilang saat Melaut Ditemukan Meninggal, Tangis Keluarga Pecah

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Nelayan Situbondo Hilang saat Melaut Ditemukan Meninggal, Tangis Keluarga PecahNasional | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 18:20Dengarkan Berita

SITUBONDO, iNews.id - Seorang nelayan bernama Sugianto (45) warga Kampung Dami, Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hilang saat pergi melaut seorang diri. Dia ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Asta, Kecamatan Jangkar.

Pencarian bermula ketika seorang nelayan menemukan perahu korban mengapung tanpa awak sekitar 12 mil laut dari bibir Pantai Jangkar. Ponsel milik Sugianto masih berada di atas perahu, tetapi keberadaannya tidak diketahui.

Perahu tersebut kemudian ditarik oleh nelayan bernama Hosnan menuju Pantai Agel. Sejumlah nelayan setempat lalu mencarinya secara mandiri hingga malam hari, tetapi belum berhasil menemukan korban.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, tim SAR gabungan langsung mencari korban setelah menerima laporan mengenai nelayan hilang tersebut.

Di tengah operasi pencarian, keluarga korban menerima informasi penemuan jenazah sekitar pukul 07.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan seorang nelayan bernama Suto (52).

Baca Juga:Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi "Pagar Digital", Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Saat itu, Suto sedang memancing seorang diri di perairan Pantai Asta. Dia melihat sesosok tubuh mengambang sekitar 2 mil di sebelah utara bibir pantai. Posisi tubuh tersebut berjarak sekitar 500 meter dari lokasi Suto memancing. Dia kemudian menghubungi kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi sebelum menyampaikan informasi kepada keluarga korban dan petugas.

“Jenazah berhasil ditemukan dan langsung kita bawa kerumah duka,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa, Senin (3/8/2026).

Jenazah selanjutnya dievakuasi dari laut dan dibawa ke daratan. Keluarga memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan ketika berangkat melaut. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Sejumlah anggota keluarga menangis histeris saat jenazah Sugianto diturunkan dari kapal dan dibawa menuju rumah duka.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak jenazah diautopsi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Kampung Dami, Desa Jangkar. Keluarga selanjutnya mempersiapkan proses pemakaman.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisaris Pertamina Patra Niaga apresiasi UMKM binaan tampil di IFW
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Mahasiswa Akuntansi Universitas Mercu Buana Gelar Pengabdian Masyarakat di 20 Sekolah se-Jakarta Barat
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Prihatin Muridnya Susah Cari Kerja, SMK Ini Masukkan Mata Pelajaran Kewirausahaan ke Kurikulum Sekolah
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Diding Boneng
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Makanan yang Dianjurkan Ahli untuk Jaga Kesehatan Tulang Sejak Dini
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.