Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Segera Meluncur

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah akan meluncurkan paket stimulus ekonomi baru pada semester II-2026, salah satunya berupa insentif untuk pembelian mobil dan sepeda motor listrik. Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong daya beli masyarakat sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan paket stimulus tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Presiden.

"Dalam waktu dekat akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan," ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Purbaya menjelaskan, stimulus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga laju pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat pada kuartal II-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain memberikan stimulus, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga likuiditas di sektor keuangan, memperbaiki iklim investasi, serta mempercepat realisasi belanja negara agar aktivitas ekonomi semakin bergairah.

Dia optimistis berbagai langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026. Dia menargetkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,6% hingga 6% hingga akhir tahun.

Perkuat Kerja sama untuk Dorong Ekonomi

Purbaya menegaskan pemerintah dan otoritas sektor keuangan akan terus memperkuat koordinasi, termasuk dengan Bank Indonesia, guna menjaga likuiditas di perekonomian dan sektor perbankan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 15,4% secara tahunan hingga pekan ketiga Juli 2026.

Di sisi fiskal, pemerintah akan mengoptimalkan APBN untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial, subsidi energi, serta berbagai stimulus ekonomi. 

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Dunia, Menkeu Purbaya Tetap Yakin RI Tumbuh hingga 6%

Baca Juga: Meski Ekonomi Global Melambat, KSSK Yakin RI Mampu Tumbuh Hingga 6%

Baca Juga: Destry Klaim BI Rate Tinggi Berhasil Tarik Modal Asing US$9 Miliar

Sedangkan investasi diperkirakan tetap tumbuh seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan proyek hilirisasi, sedangkan konsumsi pemerintah didukung pelaksanaan program prioritas nasional dan pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).

Meski optimistis, Purbaya mengingatkan perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga tingginya inflasi global. 

Kondisi tersebut berpotensi menekan perdagangan internasional, mendorong kenaikan harga energi dan komoditas, serta memicu perpindahan arus modal ke negara-negara maju.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesaksian Korban Kebakaran KM Mutiara Santosa, Selamat usai Lompat ke Laut
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Suka Warna Biru? Ini Karakter Unik yang Biasanya Kamu Punya
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Usai Masalah Pajak Selesai, Cha Eun Woo Kini Ajukan Banding ke Badan Pajak Nasional
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Hedi Yunus gelar HY Birthday Run untuk rayakan ulang tahun ke-58
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Piala AFF 2026: Skuad Timnas Indonesia Lebih Mewah, Peringkat Vietnam Lebih Tinggi
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.