JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan lalu lintas di kawasan Stasiun Palmerah, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, memaksa para pesepeda harus mengalah karena jalurnya digunakan untuk parkir motor.
Akibat bahu jalan yang dipenuhi oleh pengemudi ojek online (ojol), taksi, hingga bus yang berhenti, Abi, salah satu pengendara sepeda, terpaksa menuntun sepeda lipatnya menyusuri trotoar hingga naik ke atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (3/7/2026) pukul 18.00 WIB, Abi tampak menuntun sepedanya melintasi barisan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pejalan kaki.
Baca juga: Senin Malam, Lalu Lintas Sekitar Stasiun Palmerah Macet, Ojol hingga Taksi Menumpuk
Meski haknya sebagai pengguna jalan sedikit terganggu oleh PKL maupun pengemudi ojek online di sisi jalan, ia memilih untuk mengalah.
"Ya sebenarnya merasa terganggu juga ya dengan banyak PKL dan ojol di situ. Tapi ya mungkin karena kondisinya sore, mereka membutuhkan mencari nafkah, ya kita bisa maklumi gitu," kata Abi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.
Abi menjelaskan, turun ke bahu jalan raya sudah tidak memungkinkan karena barisan ojol dan taksi membuat lajur kendaraan sangat sempit.
Namun, melintas di atas trotoar pun ia tetap harus menjaga etika dan menjaga para pejalan kaki agar tak tertabrak.
"Harus dituntun karena kan di situ banyak orang jalan. Jadi kita juga menjaga adab juga. Kalau di bahu jalan iya (kesulitan melintas), padahal di sini banyak ojol," ucap Abi.
Baca juga: Ada Dua Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Waspada Kemacetan di Titik Berikut
Ia pun memaklumi kondisi kemacetan jalanan di area Stasiun Palmerah karena banyak ojol dan penumpang yang saling membutuhkan untuk pulang dari kantor.
Terlebih, ia menyebut pesepeda memang jarang melintas di area tersebut, sehingga area bahu jalan lebih sering digunakan oleh ojol.
"Jadi saling maklumi karena juga pengguna sepeda belum terlalu banyak gitu ya. Jadi prioritas mereka mungkin yang lebih banyak dulu penggunanya," ujar Abi.
Senada, pengguna jalan lainnya, Aris, juga memaklumi kondisi ini.
Menurutnya, meski kondisi jalan terlihat semrawut, keberadaan ojol justru sangat membantu para komuter yang baru pulang bekerja.
"Oh enggak sih sebenarnya, kalau menurut saya sih enggak terlalu mengganggu ya. Kalau untuk mereka, ngebantunya itu kalau misalkan kita mau pulang dari kereta mau pergi, itu lebih gampang cepat dapatnya," kata Aris.
Aris pun menilai bahwa kendaraan roda empat yang berdimensi besar justru lebih banyak memakan ruang dan menyebabkan antrean kendaraan mengular.





