PWI Jatim Dorong Pers Turut Perkuat Kajian Fiskal demi Dongkrak PAD Daerah

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Lamongan (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur mendorong insan media untuk mengambil peran lebih luas. Tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi dituntut mampu menghadirkan kritik berbasis data, sekaligus menawarkan solusi nyata bagi pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tantangan kemandirian fiskal daerah.

Pesan itu disampaikan Ketua PWI Jawa Timur, Luthfil Hakim, saat membuka Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V di Aula Gedung MUI Lamongan, Senin (3/8/2026).

Menurut Luthfil, kondisi ketahanan fiskal daerah yang masih rendah menjadi tantangan besar yang harus mendapat perhatian bersama, termasuk kalangan pers.

“Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan PAD,” kata Luthfil.

Luthfil menegaskan, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Melalui pemberitaan yang didukung riset dan analisis yang kuat, media diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang efektif untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan sehingga berkontribusi terhadap peningkatan PAD dan memperkuat kemandirian fiskal.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfil juga menyoroti potensi besar Kabupaten Lamongan di sektor pertanian. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, tingginya produksi padi harus dibarengi dengan dukungan penyediaan benih berkualitas, irigasi yang memadai, pupuk, hingga infrastruktur pertanian.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Lamongan menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur dan berperan penting dalam menopang produksi beras provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan PAD tahun 2025 mencapai sekitar Rp680,8 miliar atau meningkat sekitar 21,7 persen dibanding target tahun sebelumnya.

Target tersebut dinilai membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, agar berbagai potensi ekonomi daerah dapat dimaksimalkan.

Luthfil berharap PWI Lamongan mampu memperkuat fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.

Pada rangkaian Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V, peserta juga memilih kepengurusan baru. Forum yang diikuti puluhan anggota itu menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Kabupaten Lamongan untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Terpilihnya Kadam diharapkan semakin memperkuat profesionalisme wartawan di Lamongan sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui jurnalisme yang berkualitas, independen, dan berorientasi pada solusi. (fak/kun)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pererat Silaturahmi, Bupati Takalar Silaturahmi Imam Kelurahan dan Imam Lingkungan, Honorarium Naik Menjadi Rp600 Ribu
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Innalillahi, Diding Boneng Meninggal Dunia, Sanggar Perkasa Sampaikan Pesan Haru
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kebakaran Rumah di Gambir Jakpus, Damkar Sampai Lokasi 3 Menit
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Promosi Bukan Lagi Tujuan Utama, Ini Cara Baru Pekerja Muda Membangun Karier
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Katalis Penting, Mampukah IHSG Tembus Level 6.400 Lagi?
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.