jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai kenaikan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga 4,1 persen memang berpotensi meningkatkan kewaspadaan partai-partai koalisi.
Menurut dia, perhatian terbesar kemungkinan datang dari partai yang selama ini mengandalkan dukungan pemilih muda dan masyarakat perkotaan.
BACA JUGA: Elektabilitas PSI Tembus 4,1 Persen, tetapi Itu Tak Menjamin Hasil Pemilu 2029
"Partai-partai tentu akan lebih waspada, terutama yang memiliki basis pemilih muda," kata Efriza kepada JPNN.com, Selasa (3/8).
Namun, Efriza menilai hasil survei tersebut belum cukup untuk menggambarkan terjadinya perubahan besar dalam peta kekuatan politik nasional.
BACA JUGA: Jokowi Uji Kesaktian, Pertaruhan Bawa PSI Melenggang ke Senayan
Dia mengatakan PSI masih menghadapi tantangan dalam memperkuat struktur kepartaian, memperjelas identitas politik, serta memperluas basis dukungan masyarakat.
"Angka 4,1 persen belum cukup menunjukkan adanya pergeseran kekuatan politik secara drastis," ujarnya.
BACA JUGA: Jokowi Bantu PSI Bukan Sekadar Lolos ke Senayan, tetapi Perkuat Basis Politik
Menurut Efriza, partai-partai besar kemungkinan lebih memilih memperkuat konsolidasi internal daripada memberikan respons terbuka terhadap hasil survei tersebut.
Dia menilai langkah itu merupakan strategi yang lazim dilakukan menjelang meningkatnya kompetisi politik menuju Pemilu 2029.
"Survei ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran posisi PSI sekaligus dampak safari politik Jokowi," tuturnya.
Efriza menambahkan kompetisi elektoral diperkirakan akan semakin ketat, tetapi kondisi saat ini belum dapat dikategorikan sebagai ancaman langsung terhadap dominasi partai-partai besar.
"PSI masih harus membuktikan bahwa kenaikan elektabilitas itu bisa dipertahankan melalui penguatan organisasi dan kerja politik yang konsisten," pungkas Efriza. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejagung Temukan Bukti saat Menggeledah Rumah Febrie
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra




