Kedubes Iran Balas Pidato Prabowo: Pemimpin Kami Haramkan Senjata Nuklir

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran akhirnya angkat bicara menyusul pernyataan kontroversial dari Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya menegaskan bahwa negaranya tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir apalagi memilikinya seperti yang disinggung oleh Prabowo.

Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan bahwa senjata pemusnah massal tersebut bertentangan dengan prinsip yang dianut Iran. Ia menegaskan seluruh program nuklir negara tersebut dijalankan berdasarkan ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Baca Juga: UGM Ingin Tutupi Fakta Isu Keaslian Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Semakin Melawan, Semakin Tampak...

"Berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Kami menjalankan hak atas pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Dilaksanakan sesuai dengan hukum internasional," demikian pernyataan dari Kedubes Iran, dikutip Selasa (4/8/2026).

Iran juga menepis anggapan bahwa program nuklirnya diarahkan untuk kepentingan militer. Menurut Kedubes Iran, seluruh aktivitas nuklir negara itu berada di bawah pengawasan langsung dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Berada di bawah pengawasan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menerapkan salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir," ungkap Kedubes Iran.

Penegasan paling kuat disampaikan mereka ketika menjelaskan bahwa kepemilikan maupun penggunaan senjata nuklir bertentangan dengan doktrin pertahanan nasional. Iran menyebut kebijakan tersebut berlandaskan fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Republik Islam Iran.

"Fatwa Pemimpin Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir. Senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran. Teknologi nuklir dimanfaatkan bagi kepentingan energi, kesehatan, dan penelitian," tegas Kedubes Iran.

Iran di akhir suratnya kembali menegaskan sikap resminya agar tidak menimbulkan interpretasi berbeda terkait kebijakan nuklir negara tersebut.

"Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," demikian pernyataan penutup dari Kedubes Iran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir apabila semakin banyak negara merasa perlu memiliki kemampuan serupa sebagai bentuk pertahanan.

Saat menjelaskan potensi tersebut, presiden menyinggung informasi yang berkembang di tingkat internasional mengenai Iran. Negara itu disebutnya sudah memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Titik Terang Kasus Satpam Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi: Ini Urusan Pegawai Suka Selingkuh ke Istri

"Iran dikatakan sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan semua. Emirat (UEA) juga ingin punya senjata nuklir. Qatar juga ingin punya senjata nuklir. Mesir juga ingin senjata nuklir," ujar Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bedah Editorial MI: Jangan Kesankan Indonesia tak Aman
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Tahun Menjanda, Joanna Alexandra Resmi Menikah dengan Immanuel Christover
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Hakim MK Daniel Soroti Belum Ada Standar Audit yang Sama dalam Kasus Korupsi
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Di Komisi III, Advokat Usul RUU Perampasan Aset Ganti Nama Jadi Pemulihan Aset
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kapendam: Kelompok Bersenjata Papua Tembak Mati 5 Pekerja Jalan yang Sedang Istirahat
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.