Saham-saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus dengan penguatan, mendorong indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi baru.
Pada perdagangan Senin (3/8), indeks Dow Jones Industrial Average naik 693,38 poin atau 1,32 persen menjadi 53.178,41. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 110,78 poin atau 1,48 persen ke level 7.600,50. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin atau 2,13 persen menjadi 25.913,90.
Mengutip Reuters, penguatan terjadi seiring tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran yang menekan harga minyak serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Harga minyak mentah ditutup turun sekitar 5 persen setelah pada Minggu (2/8), Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz akan berlangsung pada Senin (3/8). Namun, Iran membantah pembicaraan tersebut telah dijadwalkan.
Penurunan harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, meskipun pelaku pasar masih mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) apabila perang Iran berlangsung dalam waktu yang lebih lama.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor layanan komunikasi mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 4,3 persen, didorong penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 1,2 persen.
“Setiap hari semua orang bangun dan melihat harga minyak per barel serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar akan baik-baik saja. Sebaliknya, jika naik, pasar tidak akan berada dalam kondisi yang baik,” ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, di Boston.
Laba Emiten Tetap KuatMusim laporan keuangan kuartal ini menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan data LSEG, laba dari 304 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya hingga Jumat, mencatat pertumbuhan sebesar 29,3 persen. Sebanyak 85,2 persen di antaranya melampaui ekspektasi analis.
Saham Amazon naik 4,6 persen setelah kapitalisasi pasar perusahaan tersebut pertama kalinya melampaui USD 3 triliun, menyusul laporan kinerja keuangan pekan lalu.
Sementara itu, saham SpaceX melonjak 5,6 persen menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan pertamanya sejak resmi melantai di bursa yang dijadwalkan pada Selasa (4/8). Saham perusahaan tersebut sebelumnya diperdagangkan di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135 selama hampir tiga pekan sejak debutnya pada pertengahan Juni.
Sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI) juga dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, termasuk Advanced Micro Devices (AMD), serta perusahaan penyimpanan data SanDisk dan Western Digital.
Pergerakan pasar saham sepanjang Juli sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran global terhadap prospek perkembangan AI, konflik AS-Iran, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2 persen setelah muncul laporan mengenai pembicaraan awal merger dengan AstraZeneca. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan nilai hampir USD 400 miliar.
Di sisi lain, saham operator hotel Marriott International anjlok 7 persen setelah perusahaan memperkirakan laba kuartal III berada di bawah ekspektasi pasar.
Presiden The Fed New York, John Williams, menyampaikan optimisme bahwa tekanan inflasi akan mereda secara bertahap.
Namun, laporan pekan lalu yang menyebut Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengusulkan pengurangan frekuensi rapat penetapan suku bunga, memunculkan kekhawatiran mengenai berkurangnya kejelasan arah kebijakan bank sentral.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 64,5 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.
Pekan ini investor juga akan mencermati sejumlah data pasar tenaga kerja AS yang akan berpuncak pada rilis data ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat (7/8).
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah dengan rasio 2,62 banding 1. Sementara di Nasdaq, rasionya mencapai 3,01 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 15 saham yang membukukan level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan satu saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 121 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 96 saham yang mencatat level terendah baru dalam periode yang sama.
Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 19,36 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 17,66 miliar saham.





