Harga Minyak Mentah Anjlok 7%, Terendah Sejak 13 Juli

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia anjlok sekitar 7 persen ke level terendah dalam tiga pekan pada Senin (3/8). Faktor pendorongnya adalah sikap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menunda serangan baru terhadap Iran untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Ini membuat pasokan minyak dari kawasan Teluk bisa meningkat.

Dikutip dari Reuters, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman terdekat turun USD 6,35 atau 7 persen menjadi ditutup di level USD 83,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) turun USD 4,33 atau 5,1 persen menjadi USD 80,34 per barel.

Angka penutupan Brent tersebut merupakan yang terendah sejak 13 Juli, salah satu penyebabnya adalah bergantinya kontrak acuan ke kontrak Oktober yang lebih murah, setelah kontrak September yang lebih mahal berakhir pada Jumat lalu.

Harga Brent kontrak Oktober tercatat turun 4,7 persen dibandingkan posisi penutupan kontrak Oktober pada Jumat.

Sementara itu, Iran pada Senin (3/8) menyatakan tidak ada komunikasi dengan AS baik pembicaraan yang sedang berlangsung maupun rencana pertemuan. Berbeda dengan Iran, Trump justru mengeklaim akan ada pembicaraan pada sore hari dan menjadikannya alasan untuk membatalkan serangan.

Sepanjang akhir pekan, Trump kembali mengulangi pola yang muncul selama lima bulan terakhir, yaitu mengumumkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran, namun kemudian membatalkannya pada saat-saat terakhir.

Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan memperingatkan Iran menghadapi risiko pemenggalan kepemimpinan, jika tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah klaim tersebut. Menurut dia, tidak ada negosiasi dengan AS maupun agenda pertemuan yang dijadwalkan. Selain itu, Iran juga tidak berencana menerima delegasi asing ataupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang.

“Penurunan tajam harga minyak hari ini tampaknya merupakan reaksi berlebihan terhadap komentar Trump bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, setelah ancaman serangan besar-besaran yang ia lontarkan akhir pekan lalu juga disebut akan segera terjadi,” tulis Analis Ritterbusch.

Di sisi lain, Trump kembali mendesak perusahaan minyak untuk menurunkan harga bensin bagi konsumen di AS. Dia juga mengkritik Chevron dan Exxon Mobil karena dinilai meraup keuntungan yang terlalu besar.

Selain harga minyak mentah yang turun, harga bensin dan diesel di AS juga melemah sekitar 5 persen sepanjang perdagangan Senin (3/8).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPS Catat Deflasi 0,14% di Juli 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RI-Thailand Dorong Perdamaian di Myanmar Lewat Konsensus 5 Poin
• 11 jam laludetik.com
thumb
Sempat Hilang Kontak, 7 Warga Garut Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Selamat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
3 Fakta Setelah Timnas Indonesia Keok dari Vietnam di Piala AFF 2026: Kekalahan Terbesar!
• 5 jam lalubola.com
thumb
Reaksi Publik Vietnam Setelah Menang 3-0 atas Timnas Indonesia, Heboh Pamer Badge Emas Juara Bertahan
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.