Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 101,1 triliun hingga akhir kuartal II 2026. Dana tersebut telah disalurkan untuk melayani 63,13 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Purbaya menyatakan, belanja negara melalui APBN terus diarahkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, selain berfungsi menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat saat terjadi gejolak, APBN juga menjadi instrumen pembangunan yang mendorong pertumbuhan.
“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas termasuk program MBG yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta, dikutip Selasa (4/8).
Selain mendukung program MBG, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13,1 triliun untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pendidikan melalui APBN.
APBN Digenjot untuk Program Perlindungan SosialPurbaya menuturkan, pemerintah juga melanjutkan penyaluran berbagai program perlindungan sosial demi menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan.
“Fungsi perlindungan sosial masyarakat miskin dan rentan juga terus dijalankan. Melalui berbagai program seperti PKH, Kartu Sembako, dan PIP dengan realisasi masing-masing mencapai Rp 14,5 triliun, Rp 19,7 triliun, dan Rp 8,8 triliun,” katanya.
Menurutnya, belanja pemerintah tersebut merupakan bagian dari strategi APBN untuk menjaga stabilitas ekonomi. Sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.





