Saham BUVA Lanjut Jatuh, Update Rights Issue Kurang Menarik?

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten perhotelan milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (4/8/2026) pagi.

Saham BUVA Lanjut Jatuh, Update Rights Issue Kurang Menarik? (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham emiten perhotelan milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (4/8/2026) pagi.

Pelemahan ini memperpanjang koreksi sehari sebelumnya setelah perseroan mengumumkan harga pelaksanaan rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.254, Sembilan Sektor di Zona Hijau  

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.19 WIB, saham BUVA turun 5,13 persen ke level Rp740 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp121,9 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 162,0 juta saham.

Tekanan jual tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin (3/8/2026), saham BUVA ditutup jatuh 11,36 persen setelah perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp250 per saham.

Baca Juga:
Bursa Asia Beragam, Nikkei Jepang Terkoreksi

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (3/8), perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara sekitar 20 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.

Dengan skema tersebut, setiap pemegang empat saham lama berhak memperoleh satu HMETD, di mana setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp250. Dana yang berpotensi dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp1,54 triliun.

Baca Juga:
Waskita (WSKT) Bangun 5 Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun

Pemegang saham utama sekaligus pengendali, PT Nusantara Utama Investama (NUI), menyatakan akan melaksanakan 2,4 miliar HMETD.

Sementara itu, sisa saham yang tidak diserap pemegang HMETD akan dibeli oleh para pembeli siaga, yakni PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Happy Hapsoro, dan Ferry Sudjono sesuai komitmen masing-masing.

Perseroan menyatakan dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat ekspansi dan struktur permodalan.

Alokasinya meliputi penyertaan modal pada PT Bukit Bali Permai untuk pengembangan proyek di Uluwatu, pelunasan dipercepat utang, pembangunan kawasan Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud, serta penyertaan modal pada PT Bukit Lagoi Villa untuk pengembangan kawasan wisata di Bintan.

Perseroan juga mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini akan mengalami dilusi kepemilikan dengan besaran maksimum 20 persen. HMETD dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 1-14 Oktober 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diguyur Hujan Deras, 3 Kecamatan di Kota Padang Terendam Banjir
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Support Langkah Hukum, Dedi Mulyadi Ikut Buru Penebang Pohon Depan Lapangan Padel di Bandung
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta 4 Agustus 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Temui Prabowo, Pimpinan MPR Sampaikan Undangan Sidang Tahunan pada 14 Agustus
• 15 jam laluokezone.com
thumb
BPS Sebut Implementasi B50 Berpotensi Pengaruhi Volume Ekspor CPO Semester II
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.