Pagi ini, Selasa, 4 Agustus 2026, IHSG naik 20,28 poin atau 0,33 persen ke level 6.254,78. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 2,27 poin atau 0,36 persen ke posisi 626,20.
Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup relatif stagnan dengan koreksi tipis 0,03 persen ke level 6.234,49. PMI Manufaktur Ekspansif, Defisit Neraca Dagang Batasi Penguatan IHSG Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data ekonomi yang menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia kembali berada di zona ekspansif di level 50,2. Selain itu, inflasi Juli juga tetap terkendali di 2,88 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Namun, optimisme tersebut tertahan oleh data defisit neraca perdagangan sebesar USD450 juta yang membuat ruang penguatan IHSG menjadi lebih terbatas.
Baca juga: IHSG Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia
Kondisi tersebut membuat investor masih cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Investor Pantau Musim Laporan Keuangan dan Sentimen Global Selain data ekonomi domestik, Tim Riset BRI Danareksa Sekurtas juga menjelaskan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kelanjutan earning season semester I-2026 yang diperkirakan masih menjadi salah satu penggerak utama pergerakan saham.
Di sisi global, investor juga mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak dunia.
Tak hanya itu, prospek pertumbuhan ekonomi global, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga arus dana asing (foreign fund flow) juga menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pasar saham dalam jangka pendek. Proyeksi IHSG Hari Ini: Bergerak Terbatas Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas. Level support diperkirakan berada di kisaran 6.186 hingga 6.130, sedangkan area resistance berada pada 6.268 hingga 6.300.
"Selama bertahan di atas area support, peluang menguji resistance terdekat masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi di tengah beragam sentimen global dan domestik," jelas tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





