Rupiah - Yen Takluk di Hadapan Dolar Pagi Ini, Won Jadi Juara Asia

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) kembali menahan laju mata uang Asia pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Setelah sempat tertekan tajam, greenback mulai bangkit dan membuat mayoritas mata uang kawasan bergerak melemah pagi ini.

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, total enam mata uang melemah terhadap dolar AS, sedangkan tiga mata uang berhasil menguat dan satu lainnya stagnan.

Kali ini nilai tukar rupiah kembali masuk ke zona pelemahan. Mata uang Garuda melemah 0,22% ke posisi Rp18.020/US$. Dengan posisi ini, rupiah kembali bergerak di atas level psikologis Rp18.000/US$.

Baca: Harga Batu Bara Bangkit, Kapal Pengangkut Rusia Berguguran

Namun demikian, pelemahan terdalam pagi ini dialami yen Jepang yang turun 0,30% ke posisi JPY 157,63/US$. Meski melemah, posisi yen masih jauh lebih kuat dibandingkan pekan lalu setelah sebelumnya mendapat dorongan dari intervensi bersama Jepang dan AS untuk menopang mata uang Negeri Sakura.

Pasar kini masih waspada terhadap kemungkinan intervensi lanjutan dari otoritas Jepang dan AS, sehingga spekulan lebih berhati-hati membangun kembali posisi jual yen.

Baht Thailand ikut melemah 0,15%, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,07%. Yuan China melemah lebih tipis lagi 0,06% ke CNY 6,756/US$, sementara dolar Singapura terkoreksi 0,03% ke SGD 1,282/US$.

Baca: Banjir Kabar Baik Awal Agustus, Dolar & Minyak Tumbang: IHSG Bangkit?

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan penguatan paling tajam. Won menguat 0,35% ke posisi KRW 1.422,4/US$.

Dong Vietnam dan dolar Taiwan juga bergerak positif, masing-masing menguat 0,03% ke VND 26.278/US$ dan TWD 32,387/US$. Adapun peso Filipina stagnan di posisi PHP60,928/US$.

Pelemahan mayoritas mata uang Asia hari ini terjadi seiring dolar AS yang mulai berbalik menguat. Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama naik 0,11% ke posisi 100,003.

Kenaikan ini terjadi setelah dolar AS sempat berada dalam tekanan dalam beberapa hari terakhir, setelah aksi intervensi pembelian yen oleh Jepang dan AS, serta dipengaruhi penurunan harga minyak. Tekanan jual terhadap dolar AS juga sempat muncul setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga pada pekan lalu. 

Joseph Capurso, strategist Commonwealth Bank of Australia, menilai respons pasar terhadap keputusan The Fed terlalu berlebihan.

"Kami menilai pelaku pasar bereaksi berlebihan dengan menjual dolar AS sebagai respons atas keputusan The Fed mempertahankan suku bunga. Suku bunga AS akan dinaikkan, tetapi tidak dalam kerangka waktu singkat seperti yang diperkirakan pasar," ujar Capurso, dikutip dari Reuters.

Baca: Harga Emas Mandek di Zona US$4.000, Pasar Mencium Kebangkitan Inflasi

Fokus pasar kini beralih ke data tenaga kerja AS atau nonfarm payrolls Juli yang akan dirilis Jumat pekan ini. Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting mengenai kapan siklus pengetatan The Fed dapat kembali berjalan.

Pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed sekitar 35 basis poin hingga Desember. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Dengan dolar AS yang mulai bangkit, ruang penguatan mata uang Asia kembali terbatas. Rupiah dan yen masuk jajaran mata uang yang paling tertekan pagi ini, sementara won Korea Selatan menjadi pengecualian karena mampu menguat paling tajam di kawasan.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang HUT RI Ke-81, Ini Makna dan Filosofi Tumpeng yang Kerap Disajikan dalam Acara Kemerdekaan Indonesia
• 21 jam lalugrid.id
thumb
PM Anutin Minta Prabowo Dukung & Awasi Investasi Perusahaan Thailand di RI
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis Drama Korea Perfect Marriage Revenge yang Dibintangi Oleh Jung Yoo Min, Kisahkan tentang Balas Dendam Anak Tiri
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Diguyur Hujan Deras, 3 Kecamatan di Kota Padang Terendam Banjir
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PERINDRA Minta Kejagung Bertindak Tegas, Tuntut Pengusutan Tuntas dan Pemeriksaan Etik
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.