Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mendukung bergabungnya Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, sebagai dosen di Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8).
Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi.
"Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia," ujar Wakapolri.
Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri.
Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, lima masih dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya sedang dalam proses pembentukan serta penjajakan kerja sama.
"Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin melahirkan riset, inovasi, dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat," kata Wakapolri.
Menurutnya, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing serta menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.
Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA didasari semangat untuk mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.
"Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa," ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.
Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan semangat gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.
Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA disambut langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.
Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., menyambut baik kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo. Ia berharap pengalaman serta jejaring akademik yang dimiliki Susilo dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.





