jpnn.com, BANDUNG - Polisi masih menyelidiki kasus pembakaran bendera merah putih yang terjadi di wilayah Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Minggu (2/8/2026).
Saat ini, fokus pencarian adalah pelaku dan satu orang saksi yang diduga sempat berpapasan saat kejadian berlangsung.
BACA JUGA: Truk Molen Kecelakaan Tunggal di Jalan Soetta Bandung, Sopir Luka Ringan
Kapolsek Andir Kompol Triyono mengatakan proses penyelidikan masih berjalan, sehingga pihaknya belum bisa menyampaikan informasi secara lengkap kepada publik.
"Sementara masih kami lakukan penyelidikan. Ini lagi kami cari, ada satu saksi lagi yang kebetulan papasan sama pelaku pada saat kejadian. Masih kami cari itu orangnya," kata Triyono saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).
BACA JUGA: Soal Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Dedi Mulyadi Sentil Kelalaian Pemkot Bandung
Menurutnya, polisi tengah menelusuri kamera pengawas atau CCTV, mengingat adanya dugaan pelaku melakukan tindakan lain di lokasi di luar wilayah Polsek Andir.
Triyono menduga, pelaku melakukan tindakan pembakaran bendera secara random. Namun, hal tersebut masih harus dipastikan, mengingat saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan.
BACA JUGA: Selama 7 Bulan, Polrestabes Bandung Sita 176 Ribu Butir Obat Keras Ilegal
Pihak kepolisian akan menyampaikan persoalan video viral ini setelah penyelidikan rampung dilakukan.
"Diduga random ya, tapi ini masih penyelidikan," ucap Triyono.
Seperti diketahui, video dugaan pembakaran bendera ini sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut tampak seseorang yang mengenakan jaket hitam sambil menggendong tas membakar bendera merah putih yang terpasang di salah satu rumah. Namun warga yang melihat langsung mematikan api tersebut.
Aksi ini terekam kamera pengawas di kawasan sekitar. Kini polisi melakukan penyelidikan.
Sementara itu, Mia (61 tahun) sebagai pemilik rumah, mengatakan insiden tersebut terjadi pada Minggu (2/8) subuh.
Api segera dipadamkan warga yang tengah melintas. Namun warga tidak mengetahui sosok pria yang membakar bendera itu.
"Iya. Gak ada yang tahu, keburu dimatikan, saya lihat di CCTV dari Pak RT," tutunya.
Mia tidak pernah membayangkan apabila api itu menjalar ke rumahnya dan dia menyayangkan kejadian ini.
"Menyayangkan sekali, kalau gak ada orang pasti ke rumah (apinya merembet)," ujarnya.
Kejadian ini, sudah ditangani Polsek Andir dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. "Ya polisi sudah datang," tutupnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




